Breaking News:

Komplotan Maling Spesialis Toko di Cirebon Lakukan Ini untuk Mengelabui Petugas Kepolisian

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, AKP Anton, mengatakan, komplotan yang telah beraksi delapan kali di Kota dan Kabupaten Cirebon itu tergolong cerdik.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Petugas Satreskrim Polresta Cirebon menunjukkan pelat nomor mobil komplotan maling yang disemprot cat hitam saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (25/12/2021). 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Polresta Cirebon menciduk komplotan maling spesialis toko yang beranggotakan tiga orang berinisial AS (40), SP (28), dan AN (31).
Kasat Reskrim Polresta Cirebon, AKP Anton, mengatakan, komplotan yang telah beraksi delapan kali di Kota dan Kabupaten Cirebon itu tergolong cerdik.
Sebab, menurut dia, mereka sengaja mengecat hitam pelat nomor mobil yang biasa digunakan untuk beraksi sehingga sulit dikenali.
"Pelat nomornya diwarnai hitam menggunakan cat semprot agar sulit dikenali untuk mengelabui petugas," kata Anton saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (25/12/2021).
Petugas Satreskrim Polresta Cirebon menunjukkan pelat nomor mobil komplotan maling yang disemprot cat hitam saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (25/12/2021).
Petugas Satreskrim Polresta Cirebon menunjukkan pelat nomor mobil komplotan maling yang disemprot cat hitam saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (25/12/2021). (Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi)
Pelat nomor E 1750 CK mobil Avanza hitam tersebut tampak sedikit gelap. Dalam kondisi terang pelat nomor masih terlihat jelas, namun dalam kondisi gelap sulit terlihat.
Ia mengatakan, para pelaku kerap beroperasi di toko dan bengkel yang ditinggal pemiliknya saat malam dan lokasinya tidak terlalu dekat dengan bangunan sekitarnya.
Karenanya, pelat nomor kendaraan para pelaku yang sedikit gelap membuatnya sulit dikenali manakala terekam kamera pengawas.
"Rata-rata mereka beraksi di bengkel dan mencuri mesin kompresor, kemudian dijual ke pengepul rongsok maupun pasar barang bekas," ujar Anton.
Anton menyampaikan, selama kurun Oktober - Desember 2021 para pelaku telah beraksi delapan kali di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon.
Pihaknya pun masih menyelidiki kasusnya untuk mengungkap adanya TKP lain dalam aksi perampokan komplotan tersebut.
Adapun barang bukti yang diamankan berupa satu unit mobil, obeng, besi yang dipipihkan, bor, alat pahat, jeruji, tas, karung, dan lainnya.
"Mereka juga berbagi peran, dari mulai pengemudi mobil dan pengawas situasi TKP, eksekutor yang merusak kunci maupun gembok, dan pembawa barang curian," kata Anton.
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved