Kamis, 7 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Sri Lanka Gak Punya Duit untuk Bayar Utang ke Iran, Terpaksa Bayar Pakai Barang Ini

Gubernur Bank Sentral, Ajith Nivard Cabraal, mengatakan awal bulan ini, Sri Lanka yakin dapat. . .

Tayang:
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Istimewa
ilustrasi uang 

TRIBUNCIREBON.COM, COLOMBO - Sri Lanka mengalami krisis utang dan valuta asing yang parah.

Ini membuat pelunasan utang pada negara lain pun ikut terdampak.

Kini, Sri Lanka berencana melunasi utang impor minyak dari iran menggunakan teh.

Menurut anggota Parlemen Sri Lanka, Ramesh Pathirana, negaranya berharap bisa mengirim teh senlai USD 5 juta ke Iran setiap bulannya untuk melunasi utang USD 251 juta.

Dilansir Tribunnews.com dari BBC, Krisis utang dan valuta asing yang dialami Sri Lanka cukup parah.

Kondisi ini pun semakin diperburuk dengan hilangnya pendapatan negara dari kedatangan turis selama pandemi Covid-19.

Diketahui, Sri Lanka mencatat 581.595 kasus Covid-19.

Angka kematian 14.811 dengan 558.226 pasien yang telah sembuh.

Menurut Pathirana, pembayaran menggunakan teh yang ditawarkan kepada Iran tidak melanggar sanksi PBB atau Amerika Serikat.

Ini lantaran teh dikategorikan sebagai makanan atas dasar kemanusiaan.

Selain itu, bank Iran yang masuk daftar hitam tidak terlibat dalam transaksi itu.

"Kami berharap dapat mengirim teh senilai $5 juta setiap bulan untuk membayar Iran atas pembelian minyak yang tertunda sejak empat tahun terakhir," kata Pathirana kepada Reuters.

Sementara itu, Kementerian Perkebunan mengaku setuju dengan ide tersebut.

"Skema yang direkomendasikan akan menghemat mata uang asing yang sangat dibutuhkan Sri Lanka karena penyelesaian ke Iran akan dilakukan dalam rupee Sri Lanka melalui penjualan Teh Ceylon."

Namun, juru bicara Asosiasi Pekebun Ceylon, yang mencakup semua perusahaan perkebunan besar di Sri Lanka menilai mode transaksi ini adalah "solusi plester pemerintah".

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved