Breaking News:

Muktamar NU 2021

Jelang Muktamar NU 2021 di Lampung, Suara Jabar Pecah, 10 Pengurus Cabang Dukung Gus Yahya

Suara Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Barat terpecah menjelang Muktamar ke-34 NU xdi Lampung, 22-23 Desember 2021

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratus Syekh KH Hasyim Asy'ari. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG -  Suara Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Barat terpecah menjelang Muktamar ke-34 NU xdi Lampung, 22-23 Desember 2021.

Sebanyak 10 dari 27 Pengurus Cabang NU ( PCNU) di Jabar bulat memilih KH Yahya Cholil Staquf sebagai ketua Pengurus Besar NU untuk periode lima tahun mendatang, yakni PCNU Kabupaten Cianjur, Kota Sukabumi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kuningan, Kota dan Kabupaten Tasik, Pangandaran, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi,

Ketua PCNU Cianjur Choirul Anam MZD optimistis, dukungan kepada Gus Yahya terus akan bertambah karena beberapa pengurus cabang lain telah menyatakan siap untuk menyusul dalam barisan 10 PCNU. Ia yakin dalam satu atau dua hari ke depan, peta dukungan PCNU se-Jawa Barat juga kian terang hingga lebih dari 20 jumlahnya.

"Para pengurus cabang ini adalah orang-orang yang paham organisasi dan tantangannya ke depan. Tentu mereka melihat regenerasi saat ini adalah hal yang harus dilakukan," ujar Choirul Anam dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun, Senin (20/12).

Baca juga: Muktamar NU ke-34 Dimajukan Jadi 17 Desember 2021, PCNU Majalengka: Yang Penting Kondusif

Menurutnya, tantangan NU saat ini semakin kompleks, apalagi adanya pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya usai. Dia mengatakan sektor yang perlu mendapat perhatian antara lain pendidikan, kesehatan dan ekonomi umat.

"Melihat besarnya tantangan bangsa ini, NU harus lebih bisa berkiprah. Kami berharap Gus Yahya bisa menjadikan ini sebagai program prioritas yang nantinya bisa bermanfaat bagi internal NU dan umat secara lebih luas," ujarnya.

Choirul juga berharap, Muktamar NU yang rencananya dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (22/12) nanti juga bisa menghasilkan banyak rumusan yang strategis dalam pengembangan organisasi.

"Jika terkait pemilihan ketua umum PBNU ada persaingan itu adalah bagian dinamika organisasi yang wajar. NU sudah berpengalaman tentu meski ada dinamika sebenarnya semua bermuara pada kemaslahatan organisasi," ujarnya.

Sebelumnya, Rais Syuriah PWNU Jabar, KH Abun Bunyamin, menegaskan dukungan penuh telah diberikan PWNU Jabar kepada KH Said Aqil Siroj untuk kembali menjabat sebagai Ketua Umum PBNU yang ketiga kalinya. Penegasan itu disampaikan KH Abun saat dihubungi Tribun melalui telepon, Jumat (17/12)

"Insya Allah (PWNU) Jabar dukung penuh KH Said Aqil Siroj, dan semoga berhasil dengan baik,"  ujarnya.

KH Abun mengatakan, baik Syuriah maupun Tanfiziyah PWNU Jabar, keduanya telah mendapatkan surat pemberitahuan pelaksanaan muktamar yang ditandatangani oleh pejabat Rais Aam, KH Miftahul Akhyar, Katib Aam, KH Yahya Cholil Staquf, Ketum, KH Said Aqil Siroj, dan Sekjen, Helmy Faishal Zaini.

"Para pemimpin ini mudah-mudahan menjadi yang terbaik bagi bangsa dan negara utamanya NU," ujarnya. "Semoga muktamar ini berjalan baik, lancar, dan sukses."

Dihubungi, kemarin, Ketua PWNU Jabar, Juhadi Muhammad, mengaku belum bisa mengomentari terpecaknya dukungan PCNU- PCNU di Jabar pada muktamar nanti. Ia mengatakan akan melakukan sejumlah komunikasi lebih lanjut dengan PCNU- PCNU tersebut lerlebih dulu.

"Sudah lah, enggak usah anu," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved