Aksi Terpuji Polisi di Indramayu, Sisihkan Gaji untuk Lindungi Warga dari Bencana Tanggul Jebol
Polisi yang menjabat sebagai Kapolsek Losarang itu rela menyisikan gajinya untuk memperbaiki tanggul kritis di wilayah hukum kerjanya.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Aksi terpuji dilakukan polisi di Kabupaten Indramayu. Polisi yang menjabat sebagai Kapolsek Losarang itu rela menyisikan gajinya untuk memperbaiki tanggul kritis di wilayah hukum kerjanya.
Uang yang disumbangkan untuk menormalisasi tanggul sungai kritis tersebut, kurang lebih setara dengan gajinya selama satu bulan.
Kapolsek Losarang, Kompol Mashudi mengatakan, inisiatif ini sengaja dilakukan untuk melindungi warga dari bencana banjir menjelang datangnya musim penghujan.
Pada kesempatan itu, Kompol Mashudi juga sempat mencoba langsung mengendarai alat berat untuk memindahkan tanah pada tanggul yang kritis.
"Karena kalau tanggul kritis ini dibiarkan akan mengancam banjir di pemukiman warga dan mengancam petani tambak seperti lele, garam, hila, dan petani yang dapat menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah," ujar dia.
Baca juga: Razia Vaksin Digelar Petugas Gabungan di Losarang Indramayu, Cek Satu Per Satu Kendaraan yang Lewat
Baca juga: Jalan Penghubung Desa Losarang Indramayu Banjir, Buntut dari Tanggul Sungai Congger yang Jebol
Masih disampaikan Kompol Mashudi, tanggul kritis tersebut berada di aliran Sungai Cipanas, lokasinya di Blok Surna di Desa Puntang, Kecamatan Losarang.
Tanggul Sungai Cipanas yang kritis tersebut diketahui sepanjang 100 meter, terdiri dari dua titik.
Adapun dalam pengerjaannya, Kapolsek Losarang menyumbang berbagai material yang dibutuhkan untuk normalisasi tanggul.
Sedangkan untuk alat berat, dibantu menggunakan alat berat excavator dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas PUPR Indramayu.
Ia berharap, dengan upaya ini bisa menjamin keselamatan warga dari musibah tanggul jebol.
Mengingat, kejadian jebolnya tanggul Sungai Cipanas juga pernah terjadi pada Februari 2021 lalu.
Kejadian itu, berdampak pada banjir yang merendam ribuan rumah warga di Desa Puntang, Krimun, Jangga, Jumbleng, Pangkalan, dan Cemara Kulon.
"Semoga ini bisa mencegah terjadinya kejadian jebolnya tanggul akibat volume debit air dan intensitas curah hujan tinggi pada musim penghujan nanti," ujar dia.