Politik

HASIL Survei CISA, Ganjar Pranowo, AHY, dan Anies Baswedan Masuk Tiga Besar Elektabilitas Tertinggi

Lembaga Analis dan Konsultan Sosial Politik Indonesia, Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), merilis sederet nama calon presiden

Editor: dedy herdiana
Trans 7
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) , Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah) , dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) saat joget Tik Tok Any Song 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Lembaga Analis dan Konsultan Sosial Politik Indonesia, Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), merilis sederet nama calon presiden dengan elektabilitas tertinggi dalam survei nasional yang bertajuk Performa Pemerintah dan Tren Elektoral Terkini.

Pada simulasi 15 nama kandidat Capres jika Pemilihan Presiden dilakukan saat ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo keluar sebagai pemenang dengan mendapatkan 16 persen, disusul Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mencapai 14 persen, dan posisi ketiga ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mendapatkan 13,33 persen.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (KOMPAS.COM)

Kemudian Sandiaga Uno mendapatkan 6,93 persen, Airlangga Hartarto 6,25 persen sedangkan Prabowo Subianto harus rela keluar dari posisi 5 besar yang mendapatkan 6 persen. 

“Selanjutnya ada nama Ridwan Kamil di 4,67 persen, Puan Maharani 4,58 persen, Andika Perkasa 3,92 persen, La Nyala Matalitti 3,83 persen, Muhaimin Iskandar 3,25 persen, Khofiffah Indar Parawansa 2,83 persen, Erick Thorir 2,83 persen, Salim Segaf Al Jufri 2,25 persen serta Zulkifli Hasan 1,67 persen sedangkan yang menjawab Tidak Tahu atau Tidak Menjawab 7,67 persen,” ujar Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif CISA, melalui siaran tertulis yang diterima, Jumat (10/12).

Penilaian ini pun mengacu pada aspek yang meliputi Integritas, Kepemimpinan, Kinerja, Inovasi, Transparansi, Akuntabilitas, Popularitas serta Kepercayaan Publik. 

Baca juga: HASIL Survei CISA Munculkan Elektabilitas 3 Besar Partai Ini, Jika Pileg Digelar Saat Ini

Survei juga menyasar pada penilaian publik soal tingkat kepercayaan terhadap lembaga negara. Hasilnya institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang paling dipercaya oleh masyarakat dan meraih 26,25 persen, di posisi kedua ada Presiden di 16,75 persen serta posisi ketiga Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) yang meraih 9,75 persen.

Sedangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berada di posisi keempat dan mendapatkan 8,08 persen, Mahkamah Konstitusi (MK) 7,92 persen.

“Mahkamah Agung (MA) 5,25 persen, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mendapatkan 4,42 persen, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di 3,41 persen, Komisi Yudisial (KY) 3,17 persen dan terakhir ada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) 1,25 persen serta 13,75 persen yang Tidak Tahu atau Tidak Menjawab,” tutur Herry.

Dari survei tersebut pun dinyatakan, jika Pemilihan Legislatif (Pileg) dilakukan saat ini, publik menjatuhkan pilihannya pada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan sukses mengungguli partai politik lainnya dengan 24,92 persen kemudian disusul oleh Partai Demokrat di urutan kedua yang moncer di 18,83 persen serta pada posisi ketiga ada Partai Golkar yang mendapatkan 13,09 persen.

Selanjutnya, katanya, ada Partai Gerindra kembali menguat pada posisi keempat dan meraup 10,5 persen kemudian di posisi kelima ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mendapatkan 10,25 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 6,5 persen, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang meraih 5,75 persen.

“Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar 3,66 persen, sedangkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hanya mendapatkan 2,92 persen serta ada 3,58 persen yang memilih parpol lainnya,” kata Herry Mendrofa, 

Hasil survei ini merupakan review termin keempat atau sesi terakhir survei CISA di tahun 2021 setelah sebelumnya merilis survei termin ketiganya pada September 2021 yang lalu.

Berdasarkan hasil survei CISA yang dimulai sejak tanggal 1-7 Desember 2021 yang menyasar 1.200 responden di 34 Provinsi secara proporsional melalui penarikan sampel dengan menggunakan metode Simple Random Sampling didapatkan bahwa kepuasan publik terhadap Pemerintah menjelang akhir tahun 2021 ini hanya mencapai 44,33 persen.

“Publik yang menyatakan Tidak Puas terhadap kinerja Pemerintah ada 41 persen dan yang Sangat Tidak Puas 5,59 persen, yang Sangat Puas ada 3,83 persen dan sisanya ada 5,25 persen yang tidak menjawab atau tidak tahu,” ucap Herry Mendrofa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved