Minggu, 12 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Viral di Media Sosial

Oh Ternyata Hal Ini Penyebab Utama yang Membuat Banyak Orang yang Serukan Boikot JNE?

Diketahui, sebelumnya tagar seruan pemboikotan ini muncul di Twitter sejak Selasa (7/12/2021) kemarin.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
JNE
Ilustrasi JNE 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Seruan boikot JNE ramai di media sosial.

Diketahui, sebelumnya tagar seruan pemboikotan ini muncul di Twitter sejak Selasa (7/12/2021) kemarin.

Bahkan, banyak warganet ikut membanjiri kolom komentar media sosial resmi milik @JNE_ID.

Dirangkum Tribunnews, berikut fakta-fakta seruan boikot JNE:

Bermula dari Lowongan Pekerjaan

Sebelumnya sempat ramai pengumuman lowongan kerja untuk posisi kurir di wilayah Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.

Pada kolom persyaratan, JNE menuliskan satu di antaranya harus beragama Islam.

Syarat tersebut pun menuai kritik dari warganet lantaran dinilai diskriminatif.

Informasi Online Lowongan Kurir Paket
Informasi Online Lowongan Kurir Paket (Twitter @JNE_ID)

Klarifikasi JNE

Pada Rabu (8/11/2021), JNE pun memberikan klarifikasi terkait viralnya lowongan kerja posisi kurir di Tamiang Layang.

Klarifikasi tersebut diunggah JNE di Twitter resmi miliknya, @JNE_ID.

Menurut klarifikasinya, pihak yang membuka lowongan kerja tersebut bukanlah berasal dari JNE langsung, melainkan salah satu mitra kerjanya.

Yang bersangkutan terbukti telah melanggar SOP dan nilai-nilai perusahaan.

Yakni tidak menghargai keberagaman bangsa dengan mencantumkan syarat khusus yang berkaitan dengan keyakinan seseorang.

Dengan melanggar SOP dan nilai-nilai perusahaan, perusahaan lantas memutuskan untuk mengakhiri hubungan kerja samanya dengan mitra yang bersangkutan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved