Breaking News:

Derita Thalasemia Beta Bocah 11 Tahun Ini Sudah Putus Sekolah 2 Tahun, Perutnya Kian Membesar

Bocah yang tinggal di warga Desa/Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu itu sudah dua tahun terakhir ini putus sekolah.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Wendy Satrio (11) bersama orang tuanya di Desa/Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Minggu (5/12/2021). 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Penyakit Thalasemia Beta, yang diderita Wendy Satrio (11), membuatnya terpaksa harus putus sekolah.
Bocah yang tinggal di warga Desa/Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu itu sudah dua tahun terakhir ini putus sekolah.
"Seharunya itu sekarang kelas 6, soalnya putus sekolah sejak kelas 4," ujar Koordinator Lembaga Perlindungan Anak Indramayu (LPAI), Adi Wijaya kepada Tribuncirebon.com, Minggu (5/12/2021).
Wendy Satrio (11) bersama orang tuanya di Desa/Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Minggu (5/12/2021).
Wendy Satrio (11) bersama orang tuanya di Desa/Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Minggu (5/12/2021). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)
Adi Wijaya menyampaikan, alasan Wendy Satrio berhenti sekolah, karena ia tidak kuat menahan kondisi perutnya yang terus membesar.
Dari perutnya itu, Wendy Satrio selalu merasakan perih, hingga membuatnya sulit berjalan.
Selain itu, kaki dan tangan Wendy Satrio diketahui juga mengalami pengecilan, tubuhnya pun tampak kurus.
Kata Adi Wijaya, orang tua bocah malang tersebut sangat berharap adanya pihak yang peduli untuk kesembuhan Wendy Satrio.
"Ibunya sangat berharap Wendy bisa sembuh, jika sembuh ia ingin anaknya bisa kembali sekolah," ujar dia.

Baca juga: Bocah 11 Tahun di Indramayu Ini Menderita Penyakit Thalasemia Beta, Butuh Bantuan

Butuh Bantuan

Kondisi kesehatan Wendy Satrio (11), warga Desa/Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu terus memburuk.

Perutnya, terus membesar setiap hari, Wendy Satrio juga tidak jarang merasakan perih dari perutnya tersebut.

Koordinator Lembaga Perlindungan Anak Indramayu (LPAI), Adi Wijaya mengatakan, menurut keterangan dokter, kondisi yang dialami Wendy Satrio memburuk dan butuh bantuan karena penyakit Thalasemia Beta yang dideritanya.

Thalasemia ini adalah kelainan genetik yang merusak sel darah merah. Salah satu jenis yang paling umum terjadi adalah thalasemia beta.

"Gejala awalnya itu sudah kerasa waktu Wendy umur 2 tahun, waktu itu mukanya pucat, badannya lemas, dan lain-lain," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (5/12/2021).

Disampaikan Adi Wijaya, Wendy Satrio sebelumnya sempat mendapat perawatan medis di rumah sakit.

Hanya saja, perawatan itu terpaksa dihentikan karena keluarga kesulitan dalam memenuhi biaya pengobatan.

Ditambah lagi, kata dia, Wendy Satrio harus rutin melakukan transfusi darah setiap bulannya akibat penyakit yang dideritanya tersebut.

"Ayahnya ini orang tidak punya, ia hanya pedagang martabak telor keliling," ujar dia.

Lanjut Adi Wijaya, LPAI akan mencoba mengandeng instansi lainnya, termasuk pemerintah Kabupaten Indramayu untuk menolong kondisi yang dialami Wendy Satrio.

"Termasuk untuk transfusi darah, karena Wendy sendiri memang harus rutin setiap bulannya melakukan transfusi darah," ujar dia.

Baca juga: Tubuh Tinggal Tulang, Foto Bocah 8 Tahun di Cianjur Ini Viral di Media Sosial, Ini Tindakan Bupati

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved