Breaking News:

Presiden Jokowi Kritik Polisi yang Suka Hapus Mural, 'Ada Mural Saja Takut. Ngapain?'

Presiden Joko Widodo mengkritik polisi-polisi yang antikritik, salah satunya yang suka menghapus mural-mural

Editor: Machmud Mubarok
Kolase ayobandung.com/TribunJabar.id/Cipta Permana
Sebuah mural menyerupai Presiden Joko Widodo dengan mata tertutup masker yang berada di badan konstruksi bawah Jembatan layang Pasopati, Kota Bandung, serta sempat menjadi perbincangan warganet, kini mendadak lenyap. 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengkritik polisi- polisi yang antikritik, salah satunya yang suka menghapus mural- mural. Itu terkait dengan soal survei indeks kebebasan berpendapat yang hasilnya mengalami penurunan.

Menurutnya penurunan terjadi karena masyarakat memiliki persepsi sesuai apa yang dilihat sehari-hari. Sehingga dirinya meminta agar pendekatan aparat kepada masyarakat harus persuasif dan mengedepankan dialog.

"Contoh kecil-kecil saja. Mural dihapus. saya tahu enggak mungkin itu, perintahnya Kapolri juga enggak mungkin. Perintahnya Kapolda juga enggak mungkin. Perintahnya kapolres juga mungkin enggak mungkin," ujarnya. "Itu sebetulnya urusan di polsek yang saya cek di lapangan. Tapi nyatanya dihapus. Oleh sebab itu, beritahu kapolsek-kapolsek, sampai kapolsek diberitahu. Itu urusan kecil," ujar Jokowi saat memberikan arahan kepada para Kepala Satuan Kerja di Badung, Bali, yang disiarkan secara virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (3/12/2021).

Baca juga: Bupati Garut Rudy Gunawan Akhirnya Minta Maaf Soal Joget Tiktok di Pantai: Tidak Berniat Melukai

Baca juga: Puluhan Pohon Tumbang di Kota Cirebon Akibat Hujan Deras Disertai Angin Kencang

Baca juga: Doddy Nekat Ingin Pindahkan Makam Vanessa Angel, Haji Faisal Mencoba Woles: Saya Sangking Bingungnya

Jokowi menuturkan, pernah datang ke sebuah daerah yang terdapat peristiwa dihapusnya mural. Akibatnya, kondisinya menjadi gaduh karena dianggap dirinya mempersoalkan sampai ke daerah. Padahal menurutnya, dia sudah biasa menerima kritik, fitnah maupun dihina.

"Urusan mural, oh urusan mural saja ngapain sih? Wong saya dihina, saya dimaki-maki, difitnah sudah biasa. Ada mural saja takut. Ngapain? Baca ini hati-hati," tegasnya.

"Ini kebebasan berpendapat. Tapi kalau menyebabkan ketertiban masyarakat di daerah menjadi terganggu, beda soal. Sehingga saya mengapresiasi dibalik oleh Kapolri membuat lomba mural dan saya kira hasilnya positif," ungkap Jokowi.

Dia pun menegaskan, jangan sampai setiap warga yang menyampaikan kritik lantas dipanggil. Menurutnya, perlu dilihat apakah yang disampaikan mengganggu ketertiban atau tidak. Apabila tidak, Jokowi meminta tak perlu ada pemanggilan.

"Kritik dipanggil. Mengkritik dipanggil. Kalau mengganggu ketertiban iya silahkan, tapi kalau enggak, jangan, karena kita sudah menyatakan ini negara demokrasi. Hormati kebebasan berpendapat dan serap aspirasinya," tambahnya.

Jokowi pun meminta agar ketegasan dan kewibawaan tidak hilang dari Polri.

"Ketegasan itu juga jangan hilang dari Polri. Kewibawaan juga jangan hilang dari Polri. Saya sudah lama sekali ingin menyampaikan, ada kapolda baru, ada kapolres baru, malah datang kepada sesepuhnya ormas yang sering membuat keributan," ujar Jokowi.

"Bener ini? (Lalu) saya tanya ke kapolres. Kenapa bapak melakukan ini? (Dijawab) supaya kotanya kondusif. Tapi apakah cara itu betul? Hati-hati jangan menggadaikan kewibawaan dengan sowan kepada pelanggar hukum," tegasnya.

Oleh karenanya, dia meminta agar kewibawaan Polri terus dijaga.

Respons Polri

Polri merespons kritik dari Presiden Joko Widodo soal adanya sejumlah Kapolda ataupun Kapolres baru yang bertemu dengan pimpinan organisasi masyarakat ( ormas) yang sering membuat keributan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Dedi Prasetyo menegaskan, Polri senantiasa berupaya menjaga muruah institusi.

"Untuk itu Polri tetap harus menjaga muruah organisasi," kata Dedi, Sabtu (4/12/2021).

Ia pun mengatakan, kepolisian tidak boleh ragu melaksanakan upaya penegakan hukum secara profesional dan proporsional. "Intinya seperti itu, agar jangan ragu laksanakan penegakkan hukum secara profesional dan proporsional," tambahnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Singgung Kewibawaan Polri, Jokowi: Ada Kapolda-Kapolres Baru Datang ke Sesepuh Ormas yang Sering Buat Keributan...", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2021/12/03/12422101/singgung-kewibawaan-polri-jokowi-ada-kapolda-kapolres-baru-datang-ke-sesepuh?page=all#page2.
Penulis : Dian Erika Nugraheny
Editor : Diamanty Meiliana

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved