Breaking News:

Data Nasabah Koperasi SMS Cirebon Dibobol Napi Lapas Banyuasin, Uang Ratusan Juta Raib

Ditreskrimsus Polda Jawa Barat berhasil mengungkap aksi pencurian data nasabah koperasi simpan pinjam Sinar Merak Santoso Cirebon

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Nazmi Abdurahman
Direktur Reserse Khusus (Dirkrimsus) Polda Jabar, Arif Rachman. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Ditreskrimsus Polda Jawa Barat berhasil mengungkap aksi pencurian data nasabah koperasi simpan pinjam Sinar Merak Santoso Cirebon. Pelaku berhasil memindahkan dana hingga diduga miliaran rupiah. Kedua pelaku yang ditangkap merupakan warga Palembang, Sumatera Selatan.

Salah seorang pelaku adalah narapidana kasus narkoba yang sedang ditahan di Lapas Banyuasin Sumsel.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jabar, Kombes Arief Rachman membeberkan modus sindikat pencurian data nasabah koperasi yang rugikan ratusan juta rupiah. 

Dikatakan Arif, dalam aksinya para pelaku masuk ke dalam aplikasi koperasi untuk memindahkan uang para nasabah ke dompet digital. 

"Para tersangka ini melakukan ilegal akses. Kemudian mereka juga melakukan manipulasi dalam bentuk data-data yang diolah kemudian melakukan permintaan registrasi ke aplikasi SMS (Sinar Mekar Santosa) Kospin (Koperasi Simpan Pinjam), mengatasnamakan anggota Koperasi yang sah dengan nomer pendaftaran yang jelas," ujar Arief Rachman di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Kamis (2/12/2021). 

Baca juga: Duit Hasil Penipuan CPNS Ludes Dipakai Pelaku, Korban Rugi Rp 1 Miliar Usai Diiming-imingi Lolos

Baca juga: Tak Hanya Ancam Pakai Foto Tak Senonoh Debt Collector Online Juga Ancam Kirim Santet ke Nasabah

Dalam kasus ini, Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jabar sudah mengamankan dua pelaku berinisial MR dan MF. MF ini diketahui merupakan narapidana kasus narkoba, di Lapas Banyuasin.

Dalam aksinya, MR bertugas melakukan registrasi ke aplikasi koperasi bernama E-Channel. Dari beberapa percobaan, kata dia, hanya lima akun nasabah yang berhasil dibobol. 

"Sehingga dana milik anggota yang sah digunakan oleh pelaku untuk mengambil keuntungan. Ini yang dimaksud dengan ilegal akses dan masuk identity thief," katanya. 

Dari lima akun itu, MR berhasil memindahkan duit Rp 316 juta milik nasabah. Uang tersebut kemudian dipindahkan ke dompet digital yang sebelumnya sudah dibuat oleh MF. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved