Setelah Tertahan 4 Jam Akibat Banjir, Kereta Api di Daop II Bandung Sudah Kembali Berjalan
Manajer Humas PT KAI Daop II, Kuswardoyo mengatakan, sejumlah kereta api sudah mulai berjalan secara bergiliran mulai pukul 20.33 WIB.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Sejumlah kereta api yang sempat tertahan akibat luapan Sungai Cikeruh yang jebol, kini sudah kembali berjalan.
Manajer Humas PT KAI Daop II Bandung, Kuswardoyo mengatakan, sejumlah kereta api sudah mulai berjalan secara bergiliran mulai pukul 20.33 WIB.
"Dinyatakan bisa dilewati kembali dengan kecepatan terbatas hanya 5 kilometer per jam mulai pada pukul 20.33 WIB," ujar Kuswardoyo saat dihubungi, Sabtu (27/11/2021).
Menurutnya, sejumlah kereta api yang melintasi jalur Rancaekek Kabupaten Bandung sempat tertahan hampir 4,5 jam akibat genangan banjir di rel kereta antara Stasiun Cimekar dan Stasiun Haurpugur.
Baca juga: Kereta Api Berbagai Tujuan di Daop II Bandung Tertahan Akibat Lintasan Kereta Api Terendam Banjir
Adapun kereta yang sempat tertahan itu yakni sebanyak lima kereta lokal KRD Bandung Raya, dan enam KA jarak jauh mulai dari KA Argowilis, KA Turangga, KA Kutojaya Selatan, KA Pasundan, KA Malabar dan KA Lodaya.
Akibatnya, kata dia, ada sejumlah keterlambatan perjalanan bagi kedatangan maupun keberangkatan.
Pihaknya atas nama PT KAI menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas adanya gangguan perjalanan kereta.
"Kondisi yang disebabkan faktor alam ini tentunya sulit untuk diprediksi apalagi di tengah curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini," katanya.
Banjir 10 CM Merendam Lintasan Kereta Api
Hujan deras yang mengguyur Bandung Raya membuat sungai Cikeruh meluap.
Akibatnya, sejumlah Kereta Api tertahan lantaran lintasannya terendam luapan air.
Humas PT KAI Daop II Bandung, Kuswardoyo mengatakan, lintasan kereta api yang terendam banjir terjadi antara Cimekar-Haurpungkur.
"Air luapan sungainya naik sampai ke jalan kereta api, juga membawa banyak sekali sampah dan ranting kayu, jadi otomatis karena ketinggian air ada 10 cm di atas rel, kereta api tidak bisa berjalan," ujar Kuswardoyo, saat dihubungi, Sabtu (27/11/2021).
Sejak sore tadi, kata dia, sejumlah kereta api yang akan melintas Cimekar-Haurpungkur pun dihentikan sementara hingga air surut.
"Sementara kami hentikan, kami tutup. Kereta menunggu supaya posisi air turun dulu. Kita sudah melakukan pembersihan sampah-sampahnya, tapi tetap air luapannya masih tinggi jadi belum bisa mengizinkan kereta lewat," katanya.
Beberapa kereta yang tertahan itu yakni Kereta lokal KRD Bandung Raya, Argo Wilis dan Kutojaya tujuan akhir Bandung serta Malabar tujuan akhir Malang.
"Ya, sampai sekarang beberapa kereta masih menunggu, karena posisi air juga masih 10cm di atas rel kereta api. Ini ada yang ditahan di Gedebage dan Cicalengka. Otomatis ada keterlambatan untuk kedatangan dan keberangkatan kereta," ucapnya.
Baca juga: Dahsyatnya Terjangan Banjir Bandang Sungai Citameng di Sukawening Garut, Ini Foto-fotonya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/kondisi-ruas-rel-yang-terendam-banjir-akibat-cuaca-ekstrem.jpg)