Breaking News:

Human Interest Story

Pohon Kamboja Mendatangkan Berkah, di Tangan Pematung Luragung Jadi Benda Seni Bermutu Tinggi

Sosok pematung daerah Kuningan ini memiliki segudang pengalaman dalam mengenalkan patung itu ke berbagai daerah bahkan hingga ke Eropa

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Avit Riadi Sakami (47), pematung kayu berbahan kayu Kamboja, berasal dari Desa / Kecamatan Luragung, Kuningan, Jawa Barat, Jumat (26/11/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Avit Riadi Sakami (47), populer sebagai pematung kayu, dikenal berasal  dari Desa / Kecamatan Luragung, Kuningan, Jawa Barat.

Sosok pematung daerah Kuningan ini memiliki segudang pengalaman dalam mengenalkan hasil karya alias patung itu ke berbagai daerah bahkan hingga ke Eropa.

"Ya untuk tingkat daerah di Nusantara itu banyak kita kenalkan hasil karya melalui festival - festival patung. Kemudian kalau tingkat Eropa itu saya hadirkan hasil karya di festival patung kayu di negara Kroasia," kata Avit yang juga memiliki Saung Semboja Art kepada Tribuncirebon.com, Jumat (26/11/2021). 

Avit mengaku terjun dalam pembuatan patung ini merupakan hobi sekaligus profesi sebagai seniman. Kemudian komitmen dalam pembuatan patung ini berbasis kayu Semboja atau Pohon Kamboja yang mudah ditemukan saat dibutuhkan.

"Ya untuk pembuatan patung, saya pakai kayu atau pohon Semboja, alasan itu karena pohon Semboja pakai ditemukan di setiap daerah," katanya.

Pembuatan patung dari Kayu Semboja, kata Avit mengaku ini memiliki daya tarik dalam seni rupa. Terlebih dengan serat kayu tersebut sangat bagus dengan corak dan motifnya.

"Jadi  kenapa saya pakai kayu Semboja saat buat patung?. Begini, pertama itu bahan baku mudah dicari dan rata - rata saya mendapat pemberian Pohon Semboja dari pemberian pemerintah atau tokoh masyarakat setempat. Jadi, kalau ada Pohon Semboja tumbang itu saya suka dikasih tahu untuk bahan baku pembuatan patung," katanya.

Saat pembuatan patung dari Pohon Semboja, kata Avit mengaku tidak memiliki ritual husus. Namun saat hendak membuat patung itu tetap mengedepankan etika dan penghormatan terlebih dahulu.

"Terlepas Pohon Semboja yang tumbuh besar di area pemakaman umum. Tapi saya tetap harus memiliki etika dan penghormatan dalam mengawali pekerjaan sebuah karya," ujarnya.

Mengenai harga jual, Avit tidak memiliki harga pasti dalam menjualkan sebuah karya terhadap konsumen.

"Nah, untuk orang lain bisa memiliki patung hasil karya. Itu tidak ada patokan harganya, jadi soal harga dari jasa itu bagaiamana orang kasih saja," kata Avit yang kini memiliki Gallery Semboja Art di Objek Wisata J & J di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved