SOSOK Owner Baso Aci Akang yang Tebar 10.000 Porsi Gratis Wujud Syukur Kelahiran Anak ke-2

owner Baso Aci Akang, Mokhammad Dandi Sepsaditri, secara khusus membuat program 10.000 porsi gratis Baso Aci Akang

Editor: Machmud Mubarok
Twitter
Owner Baso Aci Akang, Mokhammad Dandi Sepsaditri, istri dan dua anaknya. 

TRIBUNCIREBON.COM - Baso Aci Akang dan Syukuran Baby Mecca jadi trending di Twitter. Dua hal itu terkait dengan Baso Aci Akang, kuliner khas buatan Garut.

Periode 21-24 November, owner Baso Aci Akang, Mokhammad Dandi Sepsaditri, secara khusus membuat program 10.000 porsi gratis Baso Aci Akang

Itu ditujukan sebagai tanda syukur atas kelahiran anak keduanya. "Syukuran Baby Boss, 10.000 Porsi Gratis untuk Seluruh Outlet Baso Aci Akang".

Berikut ini sosok Dandi, pengusaha muda yang sukses dengan Baso Aci Akang.

Sebagaimana dilansir dari Kompas.com, Mokhammad Dandi Sepsaditri atau yang biasa dipanggil Dandi melakukan sebuah inovasi pada kuliner Nusantara di tahun 2018. Ia membuat bakso bula dari tepung aci atau kanji.

Baca juga: Hotel Santika Cirebon Hadirkan Kuliner Khas Priangan Timur, Menu Special Of The Month

Baca juga: Lagi Hits Video Salam Binjai, Pengusaha Kuliner di Kuningan Ikut Tinju Pohon Pisang, Ini Alasannya

Hanya dalam empat bulan sejak pertama kali mendirikan usaha Baso Aci Akang, Dandi sudah bisa merasakan antusiasme penggemar olahan aci. Kini, Ia sukses membangun lebih dari 100 outlet dan usaha lainnya dalam kurun waktu tiga tahun.

Namun, semuanya tidak dengan mudah dandi dapatkan. Perlu usaha dan tekad kuat untuk meraihnya. 

Dalam wawancara bersama Kompas.com pada Kamis (7/10/2021), Dandi membagikan cerita awal mula mendapatkan ide membuat baso aci.

“Saya bisnis baso aci itu dari tahun 2018, itu berawal dari kecintaan saya makan bakso. Nah waktu saya pergi ke Garut di tahun 2015, saya nemu baso aci. Kebetulan pas itu saya masih tinggal di Bandung, pas mau buka usaha eh di Bandung sudah ada yang buka duluan. Sudah besar juga.” kata Dandi.

Melihat peluang bisnis baso aci di Bandung yang sepertinya kecil, Dandi memutuskan pindah ke Tangerang. Di sana, Ia mulai merintis baso aci dengan menggunakan modal seadanya, yaitu uang 8 juta rupiah, gerobak yang dipinjam dari tetangga, dan menyewa tempat seadanya.

“Di bulan pertama dan kedua tuh masih struggle banget gitu. Di bulan ketiga, alhamdulillah tuh sudah banyak yang tahu dan bisa nabung buat endorse. Nah itu baru mulai bisa diterima baso acinya.” ujar Dandi kepada Kompas.com.

Selain tantangan untuk mengenalkan masakan khas Garut, Jawa Barat di Tangerang, Dandi juga menemui tantangan lainnya di awal membangun usaha baso aci.

“Bukan hanya itu saja, tempat jualan baso aci akang yang pertama itu di dalam komplek. Exposurenya kecil banget, sedikit gitu. Dulu pesanannya juga masih online saja. Tapi setelah dapat endorse kan, dipromosikan, usaha baso aci akang mulai jalan.” papar Dandi.

Dandi juga menyebut di bulan pertama hingga kedua, ia masih menjalankan usaha baso aci akang sendiri.

“Dulu ada yang bantu, saya hire pegawai yang waktu itu usianya masih muda banget. Ketemunya di pasar. Dia suka bantu angkutin belanjaan saya, akhirnya saya ajakin buat ikut saya. Cuma ternyata dia nggak betah, senang di pasar.” kata Dandi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved