Breaking News:

Hukuman Mati yang Keluarga Minta untuk Abdul Latif Pelaku Penyiram Air Keras Terhadap Sarah

Menurutnya pihak keluarga Sarah mendesak pelaku penyiram air keras dihukum seberat-beratnya, bahkan hingga hukuman mati.

Editor: Mumu Mujahidin
Tangkapan Layar YouTube/Kompas TV
Ini tampang Abdul Latif ( AL ), suami yang menyiram istri sirinya dengan air keras di Cianjur hingga meninggal dunia.  

Saat dikunjungi Istri Wagub Jabar, ibu korban masih terlihat bersedih ketika menceritakan kejadian dan teringat kembali kondisi anaknya sebelum meninggal dunia yang menderita luka bakar.

Bersama dengan istri wakil gubernur Jabar, keluarga menggelar tahlilan pada siang tadi di kediaman rumah keluarga korban.

Diberitakan sebelumnya, Sarah (21) perempuan asal Kampung Munjul Desa Sukamaju Cianjur Cianjur alami luka bakar serius di sekujur tubuh dan memar di bagian wajah usai disiksa serta disiram air keras oleh suaminya sendiri AL (29).

DPRD Cianjur: Hukuman Mati

Viralnya kasus penyiraman air keras yang dilakukan seorang suami, AL (29) terhadap istrinya, Sarah (21), mencuri perhatian banyak pihak.

Selain keluarga korban yang meminta pelaku dihukum mati, pihak legislatif di Cianjur pun mengatakan hal senada.

Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur, Sahli Saidi, meminta penegak hukum untuk menghukum mati pelaku.

"Ini perbuatan yang sangat keji dan tidak punya hati nurani. Istri sendiri dibunuh dengan air keras, sadis banget," kata Sahli di Gedung DPRD Cianjur, Senin (22/11/2021).

Ia mengatakan hukuman tersebut setimpal karena perbuatan AL (29) sudah mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

Sarah, istri yang disiram air keras oleh suaminya meninggal dunia
Sarah, istri yang disiram air keras oleh suaminya meninggal dunia (dok.pribadi)

Baca juga: Nasib Tragis Sarah Dijanjikan Hidup Bahagia Punya Vila Mobil, Meninggal Disiram Air Keras oleh Suami

Baca juga: Ini Bahaya Air Keras yang Bikin Perempuan Asal Cianjur Meninggal Dunia Setelah Disiram Suami

Ia mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang pencegahan kawin kontrak.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved