Breaking News:

Kabar Terbaru Valencya dan Anaknya, P2TP2A Ungkap Kondisinya yang Disidang Karena Marahi Suami Mabuk

P2TP2A Karawang mengungkapkan, Valencya (45) dan anaknya Angel (18) masih memerlukan pendampingan psikologis

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Cikwan Suwandi
Valencya (45), ibu dua anak ini malah dituntut satu tahun penjara gara-gara memarahi suami yang pulang ke rumah dalam kondisi mabuk. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNCIREBON.COM,KARAWANG - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Karawang mengungkapkan, Valencya (45) dan anaknya Angel (18) masih memerlukan pendampingan psikologis.

"Untuk hari ini kita datang kembali berdasarkan surat dari komnas perempuan yang tertanggal 15 November dengan menyampaikan kronologi yang terjadi selama ini yang melalui proses hukum dan sebagainya kemudian komnas perempuan merujuk ibu valen dan kedua anaknya untuk mendapatkan pendampingan pemulihan," kata Wakil Ketua  P2TP2A Karawang, Liah Sobariah usai melakukan asesmen, (22/11/2021).

Wakil Ketua  P2TP2A Karawang, Liah Sobariah (tengah).
Wakil Ketua P2TP2A Karawang, Liah Sobariah (tengah). (Tribun Jabar/Cikwan Suwandi)

Baca juga: Valencya Ditelepon Orang Misterius di Hari Jumat, Begini Penjelasan Istri yang Marahi Suami Mabuk

Baca juga: Update Kasus Valencya yang Disidang Gegara Marahi Suami Mabuk, Anggota DPRD Jabar Ini Ikut Menyoroti

Liah mengatakan, namun ia tidak bisa menjelaskan secara detail kondisi Valencya dan Angel dari hasil asesmen. Alasannya, karena asas kerahasian lembaga P2TP2A.

Aktivis perempuan sekaligus anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka mendampingi Valencya bacakan pleidoi di Pengadilan Negeri Karawang, Kamis (18/11/2021).
Aktivis perempuan sekaligus anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka mendampingi Valencya bacakan pleidoi di Pengadilan Negeri Karawang, Kamis (18/11/2021). (TribunJabar.id/Cikwan Suwandi)

"Jadi kita punya asas di P2PTA itu memberikan pelayanan kenyamanan dan kerahasiaan, jadi kita tidak bisa, jadi apa yang kita tahu apa yang kita hadapi kasus2 yang ada di P2TP2A bukan untuk dipublikasikan," katanya.

Ia menceritakan, Valencya datang ke P2TP2A sudah beberapa kali. Ia mendapatkan rekomendasi untuk didampingi dari Komnas Perempuan dan Anak.

Valencya, ibu dua anak di Karawang, yang dituntut Jaksa Penuntut Umum dengan satu tahun penjara gara-gara memarahi suaminya yang pemabuk.
Valencya, ibu dua anak di Karawang, yang dituntut Jaksa Penuntut Umum dengan satu tahun penjara gara-gara memarahi suaminya yang pemabuk. (TribunJabar.id/Cikwan Suwandi)

"Pendampingan bantuan hukum untuk ibu Valen, kemudian kita sesuai dengan prosedur P2TP2A bekerja sama dengan LBH Unsika, namun pada saat itu LBH Unsika sedang ada proses peralihan dan pengurusan dan sebagainya ya sehingga dari tidak bisa memberikan secara lembaga, tetapi secara personal  tersambung dengan pak Iwan (kuasa hukum), itu prosesnya melalui kita," katanya. (Cikwan Suwandi)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved