Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
dr Hastry Blak-blakan Sebut TKP Pembunuhan Subang Kacau: Banyak yang Masuk Tanpa Diketahui Polisi
Selain itu dr Hastry juga mengungkap bahwa pemeriksaan forensik kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang sebenarnya sudah selesai.
TRIBUNCIREBON.COM - Ahli Forensik Mabes Polri, Kombes Pol dr Hastry Sumy Purwanti blak-blakan jika TKP pembunuhan Tuti dan Amalia kacau.
Selain itu dr Hastry juga mengungkap bahwa pemeriksaan forensik kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang sebenarnya sudah selesai.
Kasus Subang sudah tiga bulan berlalu, namun Polisi belum juga mengungkap sosok pelaku pembunuhan Tuti dan Amalia Mustika Ratu.
Dokter Hastry, bahkan diterjunkan untuk turut menangani kasus pembunuhan ibu dan anak ini.
Ia menuturkan tahapan penyelidikan dan penyebab mengapa proses pengungkapa kasus Subang berlangsung lama.
Dokter Hastry menjelaskan, dalam identifikasi kasus lain biasanya ada data pembanding, sehingga proses pengungkapannya cepat.
"Kalau proses identifikasi biasa, bencana massal itu bisa cepat karena ada data pembanding, kalau teroris bisa cepat karena sudah ada data pembanding dari keluarganya," kata Dokter Hastry dikutip TribunnewsBogor.com dari akun Youtube Denny Darko.
Dalam kasus Subang, kata Dokter Hastry, tim penyidik mendapat banyak DNA dari TKP pembunuhan ibu dan anak.
DNA itu kemudian dicocokkan dengan yang didapat dari barang bukti.
"Sekarang kasus Subang kita sudah punya puluhan DNA diduga mungkin ada di lokasi, nah kita petakan DNA itu, matching gak dengan DNA yang kita dapat dari barang bukti lain di TKP, nah itu yang proses lama," jelasnya.
"Tapi kalau di benda mati, misalnya baju, darah yang di baju itu lama, sidik jari di rokok atau di kursi atau di pintu atau di mobil itu kan butuh lama, bisa kuat DNA, itu yang prosesnya lama," kata Dokter Hastry.
Prosesnya menjadi lama, kata Dokter Hastry, karena pemeriksaannya dilakukan berulangkali.
Ditambah lagi, katanya, TKP kasus Subang sudah terkontaminasi.
"Kenapa tambah lama lagi, karena pemeriksaannya berulang dan diambil sampai beberapa kali, yang kita ketahui TKP Subang agak sedikti kacau, terkontaminasi karena banyaknya masuk ke TKP tanpa diketahui dari penyidik," kata Dokter Hastry.

Dalam kasus Subang, Polisi juga menemukan DNA seorang saksi kunci di TKP pembunuhan Tuti dan Amalia Mustika Ratu.
DNA itu kata Dokter Hastry juga dicocokan dengan waktu kematian Tuti dan Amalia.