Breaking News:

Mahasiswa Ini Protes ke Dedi Mulyadi yang sedang Punguti Sampah di Pasar, Kenapa?

Setelah keluar ruangan tiba-tiba Yudha izin pamit tidak ikut bersih-bersih dengan alasan ada agenda diskusi lain dengan rekan-rekannya.

Istimewa
Dedi Mulyadi Punguti Sampah di Pasar Malah Diprotes oleh Mahasiswa Ini, Nanya Dasar Hukum Segala 

Mendengar hal itu Dedi pun menanyakan masyarakat mana yang diwakili oleh Yudha. Namun Yudha tak menjawab dan terus menanyakan kewenangan juga kompetensi Dedi membersihkan padsar dari sampah.

“Memungut (sampah) tidak perlu kewenangan atau kompetensi,” ujar Kang Dedi.

Baca juga: Endang Juru Parkir di Purwakarta Pencipta Belasan Lagu Berharap Ketemu Dedi Mulyadi, Ingin Ini

Karena warga dan pedagang semakin berkumpul, Dedi pun mengajak pemuda tersebut menuju suatu ruangan untuk melanjutkan diskusi.

Di ruangan terungkap pemuda tersebut berasal dari Plered, Purwakarta. Dedi pun langsung menanyakan keberadaan Yudha saat ia memunguti sampah di wilayah Plered.

Dedi Mulyadi saat bersih bersih Pasar Rebo
Dedi Mulyadi saat bersih bersih Pasar Rebo (dok.dedi mulyadi)

Seperti diketahui beberapa waktu lalu Dedi melakukan aksi bersih-bersih di sekitar Plered mulai dari jalan utama hingga area pasar. Di lokasi tersebut ditemukan banyak sampah menumpuk di pinggir jalan dan pasar hingga terdapat bangkai binatang yang sudah berminggu-minggu.

Dedi menilai Yudha yang mengaku sebagai mahasiswa cinta lingkungan tidak peka karena membiarkan lingkungan rumahnya kotor dan penuh sampah. Bahkan sampah harus diangkut oleh Dedi yang bukan orang Plered.

“Kenapa anda mahasiswa tidak punya kepekaan ada orang setiap hari buang sampah dan membiarkan, jangan-jangan anda ikut buang. Harusnya anda malu sebagai warga Plered, memungut sampah oleh saya. Anda jangan ketinggian ngomong, seharusnya malu sampah depan rumah saja dibiarkan,” kata Dedi.

“Kan ada yang lebih berkompeten,” timpal Yudha.

“Pemikiran seperti anda membuat negara tidak maju. Tidak punya keinginan memperbaiki secara langsung, hanya berteori. Ngomongnya tinggi. Harusnya anda orang Plered malu, sampah di depan anda dibiarkan oleh anda dan saya yang memungut. Harusnya anda malu, bangkai kucing di pinggir jalan, corat-coret dibiarkan, harusnya malu,” kata Kang Dedi.

Lagi-lagi Yudha tidak menjawab dan malah menanyakan peran dan fungsi Dedi Mulyadi membersihkan Pasar Rebo dari sampah.

“Saya sebagai masyarakat Purwakarta dan Iwapa menyingkirkan sampah pasar. Justru anda harus malu. Orang setingkat saya Wakil Ketua Komisi IV mau pungut sampah, bersihkan lingkungan. Sementara mahasiswa seperti anda lagunya sudah kayak menteri. Ayo kumpulkan mahasiswa kita bersama angkut sampah,” kata Dedi.

Sementara itu warga yang ikut di ruangan tersebut menilai obrolan tidak akan selesai. “Sudah Kang kalau begini terus akan lama tidak ada gunanya malah menghambat. Sudah ayo Kang kita kembali punguti sampah,” ucap warga.

Baca juga: Hilman, Bocah Disleksia Inspiratif, Pagi Jual Serabi Siang Kerja di Kandang, Ditemukan Dedi Mulyadi

Dedi pun mengajak Yudha untuk kembali ke pasar mengangkut sampah bersama warga dan pedagang. “Sudah ayo kita mulungan runtah (punguti sampah), jangan ngomong saja,” ucap Dedi.

Setelah keluar ruangan tiba-tiba Yudha izin pamit tidak ikut bersih-bersih dengan alasan ada agenda diskusi lain dengan rekan-rekannya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved