Breaking News:

Proyek Gerai Wisata Panyaweuyan Ambruk, DPRD Majalengka: Kami Telusuri Terus Penyebab Pastinya

DPRD Kabupaten Majalengka masih terus meminta pertanggungjawaban pihak terkait atas ambruknya proyek di Desa Sukasari Kaler itu.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Potret ambruknya gerai yang hendak dibangun untuk menunjang objek wisata Panyaweuyan di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Penyebab pasti ambruknya proyek pembangunan gerai demi menunjang objek wisata Panyaweuyan di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka masih belum menemui titik terang.

DPRD Kabupaten Majalengka masih terus meminta pertanggungjawaban pihak terkait atas ambruknya proyek di Desa Sukasari Kaler itu.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majalengka, Asep Eka Mulyana mengungkapkan, hingga saat ini dugaan sementara penyebab ambruknya proyek sebesar Rp 4,1 miliar itu karena adanya kegagalan perencanaan.

Hal itu Eka sampaikan seusai memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Disparbud, Dinas PUTR dan pihak konsultan proyek.

"Hari ini hadir semua perwakilan, ada keterangan baru terkait robohnya pembangunan gerai di Panyaweuyan. Informasi itu karena konsultan perencana hadir dan kita diskusikan adanya dugaan kesalahan perencanaan atau gagal perencanaan," ujar Eka saat diwawancarai wartawan, Senin (15/11/2021).

Eka menjelaskan, dalam rapat tersebut DPRD Kabupaten Majalengka memberikan rekomendasi kepada pihak-pihak terkait untuk segera melakukan kajian lebih.

Khususnya, dalam guna memastikan penyebab ambruknya proyek gerai wisata Panyaweuyan.

"Untuk lebih pastinya maka kesimpulan hari ini kami memberikan rekomendasi kepada Dinas PUTR, Inspektorat untuk melakukan kajian lebih mendalam sehingga dua OPD itu busa memberikan second opinion sebagai landasan tidak lanjut kegiatan pembangunan," ucapnya.

Kata Eka juga, bahwa pihaknya akan meminta Dinas PUTR untuk melakukan kajian secara pembiayaan.

"Kajian secara teknis akan dilakukan oleh Dinas PUTR termasuk kajian secara pembiayaan, karena harus segera ada jawaban mengingat masa kontrak akan proyek ini akan berakhir pada 22 November mendatang," jelas dia.

Meski menduga adanya kegagalan perencanaan dalam proyek gerai wisata Panyaweuyan, namun Eka tidak memungkiri ada kemungkinan faktor alam yang menjadi penyebab peristiwa ambruknya proyek tersebut.

"Segala kemungkinan bisa terjadi kami berharap dinas teknis yang melakukan kajian bisa memberikan gambaran yang sesungguhnya apa yang sebenarnya terjadi. Sampai sekarang penyebab pasti belum ada, masih kita tunggu," katanya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved