Breaking News:

Pedagang Pasar Junjang Arjawinangun Duduki Kantor Bupati Cirebon, Ini Penyebab Mereka Protes

Puluhan pedagang Pasar Junjang menduduki Kantor Bupati Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon,

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Sejumlah pedagang saat berunjuk rasa di Kantor Bupati Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (9/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Puluhan pedagang Pasar Junjang menduduki Kantor Bupati Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (9/11/2021).

Aksi tersebut dilatarbelakangi protes para pedagang terhadap renovasi pasar yang berlokasi di Desa Junjang, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Mereka menuntut Pemkab Cirebon memfasilitasi pertemuan dengan pengembang terkait kesepakatan harga sewa kios yang dinilai terlalu mahal.

"Kami pedagang dan pengembang belum mencapai kesepakatan dalam harga sewa kios dan lapak," kata Koordinator Aksi, Khaerudinsyah Dwi Anggara saat ditemui seusai aksi.

Baca juga: Pedagang Pasar Baru Indramayu Berharap Pemerintah Turun Tangan Naiknya Harga Minyak Goreng Curah

Baca juga: Anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon Minta Sarana dan Prasarana Pasar Harjamukti Segera Diperbaiki

Sejumlah pedagang saat berunjuk rasa di Kantor Bupati Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (9/11/2021).
Sejumlah pedagang saat berunjuk rasa di Kantor Bupati Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (9/11/2021). (TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi)

Ia mengatakan, harga sewa yang ditawarkan dinilai terlalu mahal, bahkan satu kiosnya mencapai Rp 400 juta untuk selama 20 tahun.

Padahal, jika di Pasar Sandang Tegalgubung yang lokasinya tak jauh dari Pasar Junjang maka harga Rp 400 juta itu menjadikan pedagang memegang hak milik kiosnya.

"Pasar Junjang ini termasuk pasar desa, dan di pasar desa lainnya di Kabupaten Cirebon juga harga sewanya enggak segitu," ujar Khaerudinsyah Dwi Anggara.

Pihaknya memastikan para pedagang pada dasarnya siap membayar sewa asalkan harganya di bawah Rp 400 juta dan disamakan dengan pasar desa lainnya.

Selain itu, pedagang juga hanya menolak tingginya harga sewa yang ditawarkan, namun menyetujui rencana renovasi Pasar Junjang.

"Kami sudah menyampaikan penawaran harga sewa kios, tapi sampai sekarang belum disepakati," kata Khaerudinsyah Dwi Anggara.

Sebelum menduduki Kantor Bupati Cirebon, para pedagang berunjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Cirebon yang berada persis di depannya.

Mereka tampak membentangkan spanduk dan berorasi yang menyuarakan penolakan terhadap penawaran harga sewa kios Pasar Junjang.

Sementara puluhan petugas Polresta Cirebon juga terlihat bersiaga mengamankan unjuk rasa para pedagang di dua lokasi tersebut.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved