Detik-detik Istri Wafat Susul Suami yang Baru Beberapa Jam Dikuburkan, 4 Anaknya Kini Yatim Piatu
Ini detik-detik pasangan suami istri meninggal dunia hampir bersamaan di Kampung Cijeruk Girang, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman
TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Ini detik-detik pasangan suami istri yang meninggal dunia hampir bersamaan di Kampung Cijeruk Girang, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
Pasangan suami istri, Dedi Rustandi (39) dan Wahyuning Tyas (32), meninggal pada hari Rabu (27/10/2021).
Dedi meninggal dini hari pukul 03.00 sedangkan Wahyuning menyusul ke alam baka pagi harinya sekitar pukul 09.00 WIB.
Sepeninggal suami istri hampir bersamaan ini meninggalkan kisah duka.
Mereka meninggalkan empat anak yang masih kecil yang kini mendadak menjadi yatim piatu.

Baca juga: 4 Anak yang Masih Kecil Tiba-tiba Jadi Yatim Piatu, Orang Tua Mereka Meninggal Hampir Bersamaan
Dedeh Mudrikah (29), adik kandung Dedi, saat ditemui di rumah duka, Selasa (2/11) sore, menuturkan, Dedi meninggal sekitar pukul 03.00 karena komplikasi.
"Sudah sekitar dua bulan Kang Dedi mengidap penyakit jantung dan lambung. Kemudian paru-parunya juga kena," kata Dedeh.
Dedi sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Namun kemudian dibawa pulang.
"Selasa (26/10) malam Kang Dedi masih tampak segar dan mengobrol dengan kami. Namun tengah malam mulai menurun kondisinya," ujar Dedeh.
Kondisi kesehatan Dedi terus memburuk dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya Rabu (27/10) sekitar pukul 03.00.
Pagi harinya jenazah Dedi dimakamkan di tempat pemakaman Kampung Cijeruk Girang.
Wahyuning sempat ikut ke makam dan pulang bersama keluarga.
"Saat itu kondisinya baik-baik saja," kata Dedeh.
Banyak tamu melayat ke rumah duka dari berbagai daerah.
Dedi ternyata berprofesi sebagai ahli pijat dan tamu itu para pelanggannya.
"Sekitar pukul 09.00, Teh Wahyuning sedang duduk berdampingan dengan saya. Tanpa sebab tiba-tiba tubuhnya terkulai," ujar Dedeh.
Pihak keluarga dan tamu menjadi panik. Wahyuning berupaya disadarkan karena dikira sedang pingsan.
"Tapi akhirnya diketahui ia sudah meninggal dunia," kata Dedeh.
Wahyuning sendiri tak memiliki riwayat penyakit.
Dedeh menduga ia kecapaian serta tak kuasa menanggung duka kehilangan suami.
Mendadak Jadi Yatim Piatu
Sepasang suami istri di Kampung Cijeruk, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, meninggal dalam waktu sehari.
Keduanya meninggalkan empat anak yang masih kecil dan saat ini dirawat oleh keluarga dari pasangan suami istri itu.
Pasangan suami istri ini, Dedi Rustandi (39) dan Wayhuning Tyas (32), meninggal dunia hanya beda jam pada hari Jumat (29/1).
Ketua RT setempat, Endang, menuturkan, Dedi dini hari sekitar pukul 03.00, kemudian menyusul Wahyuningsih pagi harinya sekitar pukul 09.00.
"Almarhum dan almarhumah memang sebelumnya sakit. Dedi menderita komplikasi, sedangkan Mahyuningsih menderita asam lambung," ujar Endang.
Empat anak yang ditinggalkan dan kini menjadi yatim piatu masing-masing paling besar berusia 12 tahun, kedua sembilan tahun, ketiga tiga tahun, dan si bungsu baru berusia 8 bulan.
"Mereka kini menjadi tanggungjawab keluarga Dedi dan Wahyuningsih," kata Endang.
Duka yang menimpa empat anak ini mengundang simpati Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Aszhari Kurniawan.
Beserta jajaran Kapolres menengok ke rumah duka dan bertemu dengan keempat anak yang mendadak jadi yatim piatu tersebut.
"Kami ikut berbelasungkawa. Kepada anak-anak yang sudah mulai mengerti, kami berikan dorongan moril. Termasuk juga kepada keluarga kedua belah pihak," kata Kapolres, Selasa (2/11).
Dalam takziyah tersebut, Kapolres juga memberikan sumbangan sebagai tanda ikut berduka-cita.