Sungai Cidadap Meluap, Rumah di Gununghalu Terendam Banjir, Camat: Warga Diungsikan Kalau Air Naik
Hujan deras dengan intensitas yang tinggi dan durasi yang lama menyebabkan aliran Sungai Cidadap, di Kampung Pasanggarahan, Desa Sirnajaya, Kecamatan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Hujan deras dengan intensitas yang tinggi dan durasi yang lama menyebabkan aliran Sungai Cidadap, di Kampung Pasanggarahan, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) meluap ke permukiman warga, Senin (1/11/2021) sore.
Akibat meluapnya air dari sungai tersebut menyebabkan sebagian rumah warga yang berada di tepian aliran sungai tersebut terendam air dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter.
Camat Gununghalu Hari Mustika mengatakan, untuk saat ini warga masih bertahan di rumahnya masing-masing karena banjir tak terlalu parah, tetapi jika kondisi luapan air semakin parah, kemungkinan warga yang tinggal di tepian aliran sungai tersebut bakal diungsikan.
"Kalau terus naik airnya mungkin yang di dekat benteng saja yang diungsikan. Itu juga enggak seberapa, hanya terpapar sedikit. Jadi mereka bisa naik-naik ke atas dulu sebentar sampai reda hujannya, biasanya enggak lama," ujarnya saat dihubungi.
Baca juga: Sejumlah Daerah Berpotensi Banjir dengan Masuk Kategori Siaga, BMKG Imbau Waspadai Cuaca Ekstrem
Baca juga: WASPADA, 13 Kecamatan di Kabupaten Bandung Rawan Diterjang Banjir Bandang, Ini Daftarnya
Kendati demikian, kata Hari, setelah rumah warga terendam luapan air, mereka harus membersihkan rumahnya karena terdampak lumpur yang terbawa aliran air dari sungai tersebut.
"Setelahnya (terendam banjir) memang terdampak lumpur jadi harus bersih-bersih," kata Hari.
Hingga saat ini, pihaknya masih memantau kondisi aliran Sungai Cidadap yang meluap tersebut karena masih turun hujan dengan intensitas yang sudah kembali menurun.
"Hujan deras itu dari jam 14.00 WIB. Mudah-mudahan enggak naik lagi airnya, karena memang rutin juga kalau hujan deras. Sekarang kita pantau terus kondisinya," ucapnya.
Meluapnya aliran Sungai Cidadap bukan terjadi kali ini saja, terakhir sungai tersebut meluap pada Maret 2020 lalu. Ketinggian air mencapai 1,5 meter hingga merendam sebagian permukiman warga.
"2020 kemarin juga kejadian, dan khawatirnya jadi rutin setiap tahun. Biasanya meluap juga karena ada longsor di atasnya, alirannya tertutup jadi meluap. Jadi Cidadap ini kiri kanannya banyak anak sungai, nah dari situ masuk ke aliran besar jadi meningkat debitnya," kata Hari.
Berpotensi Banjir
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau perkembangan kondisi cuaca di seluruh wilayah Indonesia.
Saat ini diindikasikan terdapat potensi signifikansi dinamika atmosfer, yang dapat berdampak pada peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menjelaskan bahwa hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini, menunjukkan adanya potensi belokan dan perlambatan angin yang dapat meningkatkan pola konvektifitas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/banjir-di-gununghalu.jpg)