Minggu, 19 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Kisah Warga Majalengka Raup Untung Besar dari Menjual Bawang Merah Hasil Mungut

Musim panen bawang merah tidak hanya menguntungkan para petani bawang merah di wilayah Kecamatan Kadipaten dan Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Para petani di Desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka sedang memanen bawang merah hasil dari ditanamnya 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Musim panen bawang merah tidak hanya menguntungkan para petani bawang merah di wilayah Kecamatan Kadipaten dan Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Namun membawa berkah pula bagi warga sekitar yang bersedia memunguti bawang yang jatuh atau tidak tergali pemiliknya.

Para pemungut bawang merah ini kemudian menjualnya dengan harga mahal Rp 15.000 per kilogram.

Inah (44), salah satu warga Desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati misalnya, ia bisa mendapatkan 10 kilogram per harinya dari hasil mungut bawang merah yang tergeletak di jalan.

Hal itu menurutnya sudah rutin ia lakukan tatkala musim tanam padi belum terjadi.

Kata Inah, dalam sehari bisa memperoleh bawang hasil memungut atau warga menyebut 'mupuri', bisa diperoleh hingga mencapai lebih 10 kilogram.

Bawang hasil mupuri ini dijual kepada pengepul seharga Rp 15.000 per kilogram.

“Disaat sepi pekerjaan, karena belum musim tanam padi, sekarang hampir sebagian besar warga memunguti bawang sisa panen. Hasilnya lumayan bisa untuk belanja keluarga,” ujat Inah kepada Tribun, Rabu (20/10/2021).

Menurutnya, memungut bawang sisa panen dilakukan tiga kali dalam sehari.

Jika pagi mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB.

Siang berangkat lagi usai salat duhur hingga menjelang asar dan kembali lagi usai salat asar hingga menjelang magrib.

"Sekali berangkat diperoleh 3- 4 kg bawang," ucapnya.

Hal yang sama dilakukan tetangganya, Ade (33) dan Erus (28) yang tiap hari berkeliling sekitar kampungnya mencari kebun yang tengah di panen.

Ketika berangkat dari rumah, mereka membawa karung plastik atau waring serta alat congkelan atau kored untuk menggali bawang yang tertinggal ketika dipanen pekerja.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved