Breaking News:

Kabar Selebritis

Fakta Baru Boris Preman Pensiun, Ternyata Tak Hanya Sebagai Pemakai Narkoba, Tapi Pengedar

Sebuah fakta baru diungkap polisi terkait kasus penyalahgunaan narkoba dengan tersangka Nio Juanda Yasin, pemeran Boris dalam sinetron Preman Pensiun.

Editor: dedy herdiana
(Instagram/dellamortee)
Nio Juanda Yasin, pemeran Boris Preman Pensiun yang tersandung kasus narkoba 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Sebuah fakta baru berhasil diungkap polisi terkait kasus penyalahgunaan narkoba dengan tersangka Nio Juanda Yasin, pemeran Boris dalam sinetron Preman Pensiun.

Boris Preman Pensiun ditangkap di sebuah Guest House, kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada September lalu.

Nio Juanda Yasin ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi pada 11 September 2021 lalu bersama satu orang temannya berinisial RI setelah kedapatan memiliki barang bukti narkoba jenis sabu.

Nio Juanda Yasin atau pemeran Boris dalam sinetron Preman Pensiun diringkus polisi di sebuah Guest House di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) karena kedapatan menyalahgunakan narkoba.
Nio Juanda Yasin atau pemeran Boris dalam sinetron Preman Pensiun diringkus polisi di sebuah Guest House di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) karena kedapatan menyalahgunakan narkoba. (TribunCirebon.com/Hilman Kamaludin)

Kasatnarkoba Polres Cimahi AKP Nasrudin mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan dan pendalaman, ternyata Boris ini tak hanya sebagai pengguna saja, tetapi dia juga sebagai perantara atau pengedar narkoba.

"Hasil penyidikan dan penyelidikan, kami menetapkan bahwa Nio Juanda alias Boris statusnya sebagai perantara penjualan," ujarnya saat ditemui di Mapolres Cimahi, Selasa (19/10/2021).

Menurut Nasrudin, barang bukti narkoba yang sudah diamankan itu ternyata bukan untuk Boris, melainkan barang haram tersebut untuk dijual kembali kepada seorang DPO atas nama Cacag, sehingga Boris pun dipastikan sebagai pengedar narkoba.

"Hal tersebut dikuatkan dengan hasil pemeriksaan berita acara yang dilakukan penyidik Satnarkoba Polres Cimahi dan juga adanya chat WA yang ada di HP-nya Nio Juanda," kata Nasrudin.

Ia mengatakan, saat itu DPO atas nama Cacag ini melakukan transfer uang uang ke rekening Boris sebesar Rp 1,5 juta, kemudian uangnya ditransfer kembali kepada R yang membeli narkoba ke bandarnya dengan harga sebesar 1.450.000.

"Berarti ada ada keuntungan Rp 50 ribu di rekeningnya Boris. Setelah turun barang, diambil bersama R di daerah Punclut, Ciumbuleuit dan dibawa ke Guest House atau TKP penangkapan," ucapnya.

Nasrudin mengatakan, dari total barang bukti sabu sebesar 1 gram itu, Boris bersama R memakai 0,3 gram secara bersama-sama, sedangkan sisanya yang berjumlah 0,7 gram akan diserahkan kepada Cacag.

"Tetapi sebelum diserahkan ke Cacag, Nio Juanda keburu ketangkap dan diamankan anggota Satnarkoba Polres Cimahi," ujar Nasrudin.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Baca juga: Clara Kharisma, Madona di Preman Pensiun 4, Kaget Boris Ditangkap Polisi, Setahuku Rajin Ibadah

Baca juga: Boris Preman Pensiun Tersandung Kasus Sabu-sabu, Ini Pandangan Psikolog Bandung

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved