Breaking News:

Boris Preman Pensiun Pakai Sabu

Boris Preman Pensiun Tersandung Kasus Sabu-sabu, Ini Pandangan Psikolog Bandung

Setelah Jamal, kini pemeran Boris Preman Pensiun pun membawa kabar buruk untuk penggemarnya karena terjerat narkoba jenis sabu-sabu.

Editor: Machmud Mubarok
(Instagram/dellamortee)
Nio Juanda Yasin, pemeran Boris Preman Pensiun yang tersandung kasus narkoba 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Aktor pemeran Preman Pensiun kembali mendapatkan sorotan karena tersandung kasus narkoba.

Setelah Jamal, kini pemeran Boris Preman Pensiun pun membawa kabar buruk untuk penggemarnya karena terjerat narkoba jenis sabu-sabu.

Pemilik nama asli Nio Juanda Yasin ini ditangkap polisi pada 11 September 2021 di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Kabar kembalinya artis baru yang tertangkap akibat narkoba ini seolah bukan menjadi  hal baru.

Piskolog sekaligus Dosen Fakultas Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani, Miryam A. Sigarlaki,S.Psi.M.Psi. mengatakan, alasan seorang publik figur atau individu menggunakan narkoba dari sisi psikolog bisa karena gaya hidup.

"Bisa jadi karena gaya hidup, ingin diakui, ingin dianggap dengan lingkungan, jadinya mencoba zat tersebut," ujar Miryam saat dihubungi, Sabtu (18/9/2021).

Baca juga: Sebelum Diciduk, Boris Preman Pensiun Sempat Dikomentari Epy Kusnandar, Kang Mus Beri Pesan Penting

Baca juga: Acungkan Jari Tengah ke Wartawan, Boris Preman Pensiun Dihujat Warganet

Miryam menjelaskan, faktor pribadi bisa menjadi alasan juga, misalnya saja bagaimana mental pribadi, individu tersebut dalam menghadapi permasalahan.

Biasanya ketika ada masalah dan tidak bisa mengatasinya maka reaksi yang dilakukan salah satunya adalah konsumi narkoba sebagai penghilang sesaat.

"Ketika individu bermasalah dengan pola pikir pribadi, dia nggak sanggup menghadapi secara nyata  dan menghindari masalah sehingga memilih jalan pintas," kata Miryam.

Penangkapan terhadap Boris ini bermula saat polisi mendapat informasi dari masyarakat perihal penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan mengatakan, dari keterangan tersangka, bahwa tersangka telah mengkonsumsi narkoba jenis sabu ini baru satu atau dua bulan yang lalu.

"Kurang lebih satu bulan atau dua bulan, itu baru sementara ya karena kan kalau pengakuan bisa saja (bohong)," ujarnya saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Rabu (15/9/2021).

Berdasarkan pengakuan pelaku, kata Imron, Boris mendapatkan sabu seberat 1 gram tersebut dengan cara membeli menggunakan uang milik seseorang berinisial CK yang saat ini masih buron sebesar Rp 1.450.000.

Kemudian Boris meminta bantuan kepada tersangka berinisial RI untuk dicarikan dan dibelikan narkoba jenis sabu kepada RA yang hingga saat ini masih menjadi buronan polisi.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved