Kecepatan Kereta Api Meningkat, PT KAI Daop 3 Cirebon Ingatkan Warga Tertib di Perlintasan Sebidang
PT KAI Daop 3 Cirebon mengingatkan masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas di perlintasan sebidang.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - PT KAI Daop 3 Cirebon mengingatkan masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas di perlintasan sebidang.
Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto, mengatakan, saat ini kecepatan maksimal kereta api yang melintas di wilayah Cirebon menembus 120 km perjam.
Selain itu, menurunnya level PPKM di Kota Cirebon ke level 2 juga membuat perjalanan kereta api di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon meningkat.
"Kami ingatkan saat ini kecepatan maksimal kereta api meningkat dari 110 km perjam menjadi 120 km perjam," ujar Suprapto saat ditemui usai Sosialisasi Keselamatan di perlintasan sebidang Jalan Kartini, Kota Cirebon, Kamis (14/10/2021).
Ia mengatakan, semakin tertibnya masyarakat di perlintasan sebidang diharapkan menurunkan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.
Baca juga: Masih Dilarang Naik KA, Anak-anak Terima Surat Cinta dari KAI Daop 3 Cirebon, Dititip ke Penumpang
Baca juga: Rapid Test Antigen Hanya Rp 45 Ribu di Seluruh Stasiun Wilayah Daop 3 Cirebon Mulai Berlaku Hari Ini
Pihaknya mengakui, untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan peran aktif stakeholder terkait dan seluruh elemen masyarakat Kota Udang.
Sebab, menurut dia, keselamatan berlalu lintas di perlintasan sebidang dapat ditingkatkan seiring meningkatnya kedisiplinan masyarakat.
"Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama, sehingga perjalanan kereta api tidak terganggu dan pengguna jalan selamat sampai tujuan," kata Suprapto.
Dalam sosialisasi tersebut, pihaknya menggandeng PT Jasa Raharja, Dishub Kota Cirebon, Satlantas Polres Cirebon Kota, dan Komunitas Edan Sepur.
Mereka tampak membentangkan spanduk imbauan saat ada kereta api yang melintas sambil membagikan masker, hand sanitizer, dan lainnya.
Bahkan, mereka pun menyampaikan imbauan menggunakan pengeras suara agar para pengendara selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang.
"Sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang akan terus dilakukan sehingga masyarakat menyadari pentingnya kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang," ujar Suprapto.
Sementara Kepala Cabang Jasa Raharja Jawa Barat, Hendri Afrizal, mengatakan, sosialisasi kali ini untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas di perlintasan sebidang.
Pasalnya, menurut dia, setiap tahunnya angka kasus kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api cukup banyak, baik pejalan kaki maupun pengemudi kendaraan bermotor.
Ia mengakui, korban meninggal dunia kecelakaan lalu lintas yang menabrak kereta api dari mulai pejalan kaki hingga pengemudi kendaraan bermotor mendapat santunan dari Jasa Raharja.
"Kami juga berkewajiban mencegah jatuhnya korban lagi, sehingga melaksanakan sosialisasi semacam ini di wilayah Jawa Barat," kata Hendri Afrizal.
Hendri menyampaikan, beberapa waktu lalu kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di perlintasan kereta api Kiaracondong, Bandung.
Diberitakan sebelumnya, PT KAI menambah kecepatan kereta api di wilayah Cirebon dan sekitarnya hingga menembus 120 kilometer per jam.
Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto, mengatakan, penambahan kecepatan itu dilakukan seiring meningkatnya ketahanan rel kereta api.
Karenanya, menurut dia, rel tersebut mampu menahan beban kecepatan kereta api yang melintasinya lebih tinggi dibanding sebelumnya.
"Penambahan kecepatan ini untuk memenuhi harapan penumpang yang memerlukan waktu perjalanan lebih cepat," kata Suprapto saat ditemui di Stasiun Cirebon, Jalan Inspeksi, Kota Cirebon, Jumat (1/10/2021).
Namun, pihaknya memastikan penambahan kecepatan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api dan para penumpang.
Baca juga: Penumpang Kereta Api di Wilayah Daop 3 Cirebon Diprediksi Meningkat, Anak-anak Masih Dilarang
Ia mengatakan, terdapat dua jalur kereta api di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon yang dapat dilintasi hingga kecepatan maksimal 120 km perjam.
Yakni, jalur dari Stasiun Cirebon Prujakan ke Stasiun Prupuk yang sebelumnya hanya dapat dilintasi kecepatan maksimal 105 km per jam.
Selain itu, jalur Stasiun Cirebon ke Stasiun Tegal yang semula dapat dilewati kereta api yang kecepatan maksimalnya 110 km per jam.
"Kami juga meningkatkan sarana dan prasarana rel di jalur lainnya sehingga kecepatan kereta apinya ditambah," ujar Suprapto.
Suprapto menyampaikan, jalur tersebut ialah dari Stasiun Cikampek ke Stasiun Cilegeh yang sebelumnya dapat dilintasi kecepatan maksimal 105 km perjam kini menjadi 115 km perjam.
Sementara dari Stasiun Cilegeh ke Stasiun Cirebon dapat dilintasi kereta api hingga kecepatan maksimal 115 km perjam dari sebelumnya hanya 105 perjam.
"Penambahan kecepatan kereta api ini juga dalam rangka peningkatan pelayanan kami dalam momentum HUT KAI," kata Suprapto.
Suprapto, mengimbau penumpang untuk memerhatikan jam keberangkatan kereta api yang telah dipesannya.
Sebab, menurut dia, penambahan kecepatan tersebut turut memengaruhi jam kedatangan dan keberangkatan kereta api di sejumlah stasiun.
"Kami mengingatkan para penumpang untuk memerhatikan dan menyesuaikan jadwal kereta apinya," ujar Suprapto saat ditemui di Stasiun Cirebon, Jalan Inspeksi, Kota Cirebon, Jumat (1/10/2021).
Baca juga: Masih Dilarang Naik KA, Anak-anak Terima Surat Cinta dari KAI Daop 3 Cirebon, Dititip ke Penumpang
Ia mengatakan, penambahan kecepatan kereta api di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon membuat jadwal kereta api berubah.
Misalnya, KA Taksaka rute Stasiun Gambir - Stasiun Yogyakarta yang semula jadwal keberangkatannya dari Stasiun Cirebon pukul 12.07 WIB kini menjadi pukul 11.40 WIB.
Selain itu, perjalanan KA Argo Lawu dan KA Argo Dwipangga yang juga melayani rute dari Stasiun Gambir - Stasiun Yogyakarta menjadi lebih singkat.
"Waktu tempuh dua kereta api tersebut ebelumnya tujuh jam, namun saat ini menjadi enam jam saja," kata Suprapto.
Suprapto menyampaikan, waktu tempuh KA Argo Bromo Anggrek rute Stasiun Gambir - Stasiun Surabaya Pasar Turi pun berkurang 19 menit hingga 20 menit sehingga menjadi 8 jam 10 menit.
Pihaknya mengakui perubahan jadwal keberangkatan setiap kereta api berbeda-beda sehingga para penumpang diminta mengeceknya secara berkala.
"Mohon jadwal kereta apinya dicek ulang sehingga bisa menyesuaikan dengan jadwal keberangkatan yang terbaru," ujar Suprapto.