Rabu Wekasan 6 Oktober 2021 Disebut Bakal Turun Banyak Bencana, Ini Tata Cara Sholat Tolak Bala

Sementara berseliweran kabar banyak yang meyebut bahwa Rebo Wekasan itu hari yang banyak bencana dan musibah

Istimewa
Ilustrasi Rebo Wekasan 

TRIBUNCIREBON.COM - Apa itu Rebo Wekasan? Berikut penjelasan mengenai apa itu Rebo Wekasan.

Sebelumnya, memang masih banyak orang yang belum tahu apa itu Rebo Wekasan.

Sementara berseliweran kabar banyak yang meyebut bahwa Rebo Wekasan itu hari yang banyak bencana dan musibah, sehingga membuat orang harus banyak melakukan ibadah atau ritual tolak bala.

Dari informasi yang dihimpun, Rebo Wekasan adalah salah satu keperayaan yang masih dijalankan masyarakat Jawa, khususnya menjelang memasuki bulan Maulid atau Mulud atau Rabbiul Awal.

Di tahun 2021, Rebo Wekasan jatuh pada Rabu (6/10/2021).

Baca juga: Rabu Wekasan 2021 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Penjelasan Soal Hukum Sholat Tolak Bala

Baca juga: Ramalan Zodiak Rabu 6 Oktober 2021, Taurus Semangat Terus, Leo Urusan Cintanya Membaik 

Menurut laman Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik, disparbud.gresikkab.go.id, Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan merupakan kegiatan masyarakat Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Rebo Wekasan adalah sedekah bumi berupa selamatan di sekitar Telaga Suci.

Puluhan warga tampak antusias berebut uang koin tawurji dalam rangkaian tradisi rebo wekasan di Situs Makam Pangeran Pasarean di Kelurahan Gegunung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (14/10/2020).
Puluhan warga tampak antusias berebut uang koin tawurji dalam rangkaian tradisi rebo wekasan di Situs Makam Pangeran Pasarean di Kelurahan Gegunung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (14/10/2020). (Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi)

Baca juga: Tradisi Rebo Wekasan di Situs Makam Pangeran Pasarean Cirebon, Berebut Uang Tawurji dan Makan Apem

Kegiatan ini dilakukan pada hari Rabu terakhir di Bulan Safar.

Berdasarkan cerita tutur, pada hari Rabu terakhir di Bulan Safar, Tuhan yang Maha Esa mengabulkan permintaan masyarakat Dusun Sumber Desa Suci, yang telah lama menantikan sumber air guna mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari.

Sehingga pada malam hari Rabu akhir bulan Safar, masyarakat mengadakan selamatan sedekah bumi dengan harapan mendapatkan berkah dari Tuhan yang Maha Esa.

 
Tradisi ini dilakukan sampai sekarang.

Kegiatan masyarakat seperti ini juga terjadi di Desa Kembangan Kecamatan Kebomas.

Di sisi lain, mengutip dari tanya jawab agama di situs tebuireng.online, Rabu Wekasan digunakan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai macam malapetaka yang akan terjadi pada hari tersebut.

Tradisi Rebo Wekasan sudah berlangsung secara turun-temurun di kalangan masyarakat Jawa, Sunda, Madura, dan lainnya.

Pengasuh Rubrik Tanya Jawab Fiqh Tebuireng online, A Muabrok Yasin, menjelaskan asal-usul tradisi Rebo Wekasan.

Baca juga: Rabu Wekasan 2021 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Penjelasan Soal Hukum Sholat Tolak Bala

Tradisi Rebo Wekasan bermula dari anjuran Syeikh Ahmad bin Umar Ad-Dairobi (w.1151 H) dalam kitab Fathul Malik Al-Majid Al-Mu-Allaf Li Naf'il 'Abid Wa Qam' i Kulli Jabbar 'Anid (biasa disebut: Mujarrobat ad-Dairobi).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved