Selasa, 12 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Penghuni Kosan Alami Hal Mistis Usai Kepergian Viny Rundengan yang Dibunuh Pacar Sesama Jenisnya

salah satu teman kosnya mengaku mengalami kejadian mistis, merasakan kehadiran korban beberapa saat setelah Viny Rundengan dinyatakan meninggal dunia

Tayang:
Editor: Mumu Mujahidin
Kolase Facebook
Kematian Viny Rundengan (22) membuat teman-teman indekosnya trauma dan ketakutan. 

TRIBUNCIREBON.COM - Heboh kasus pembunuhan seorang gadis oleh pacar sesama jenisnya di Manado.

Kematian Viny Rundengan (22) membuat teman-teman indekosnya trauma dan ketakutan.

Mengapa tidak, mereka melihat dengan jelas bagaimana Okvini Rundengan atau Viny Rundengan atau V Rundengan meregang nyawa.

Bahkan, salah satu teman kosnya mengaku mengalami kejadian mistis, yakni merasakan kehadiran korban beberapa saat setelah Viny Rundengan dinyatakan meninggal dunia.

Viny Rundengan diketahui meninggal dunia usai ditikam oleh pacar sesama jenisnya yang berinisial MW (20).

Peristiwa itu terjadi di indekos di Kelurahan Wanea, Lingkungan 1, Kecamatan Wanea, Manado, Sulut, Rabu (29/9/2021) pukul 20.30 Wita.

Baca juga: Kronologi Gadis Manado Dibunuh di Atas Ranjang oleh Pacar Wanitanya hanya karena Masalah Sepele

Sekira dua jam sebelum meninggal dunia, korban sempat live Facebook bersama sang kekasih yang merupakan pelaku.

Sambil live Facebook, korban mendengarkan musik melalui pengeras suara.

Terlihat korban dan pelaku menikmati lagu yang diputar sambil sesekali berjoget bersama.

Keduanya juga beberapa kali pamer kemesraan.

Live Facebook terakhir itu dilakukan pada pukul 18.33 Wita selama 25 menit, sementara korban ditikam oleh kekasihnya pada pukul 20.30 Wita.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribunmanado.co.id, korban dan pelaku saat kejadian berada di dalam satu tempat tidur di salah satu indekos.

Saat itu, tiba-tiba hp pelaku berdering.

Baca juga: Wanita Meninggal di Tangan Pacar Sesama Jenis, Sempat Pamer Kemesraan Dengan Pelaku di Live FB

Korban yang merasa cemburu kemudian bertengkar dengan pelaku.

Kemudian pertengkaran itu pun semakin pecah, hingga berujung penikaman yang dilakukan korban terhadap pelaku yang merupakan kekasihnya itu.

Melihat korban bersimbah darah, pelaku dan para saksi yang ada di sekitar indekos langsung membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Karombasan, Manado.

Namun naas, korban sudah tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia sebelum mendapat pertolongan medis.

Pihak RS Bhayangkara kemudian menghubungi Polsek Wanea dan memberitahukan kasus penikaman berujung kematian tersebut.

"Jadi korban berperan sebagai laki-laki dan cemburu kepada pelaku (pelakunya berperan sebagai perempuan?," kata Kapolsek Wanea AKP Arie Nayoan.

"Pelaku sudah diamankan tadi malam, sedangkan korban langsung dibawa ke rumah sakit tapi sudah meninggal dunia saat dalam perjalanan," jelasnya.

Penyebabnya, kata Kapolsek hanya karena cemburu.

Menurutnya, korban cemburu karena ada yang sering menelepon pelaku.

"Sehingga terjadi pertengkaran di dalam kamar sampai terjadi seperti ini," tegas Kapolsek.

Baca juga: Tukang Pijat Penyuka Sesama Jenis Habisi Pelanggannya, Gara-gara Korban Tak Jujur Positif Covid-19

Merasa Diikuti Korban

Menurut penuturan teman kos korban dan pelaku, Valencia Tiwow (21), dirinya melihat detik-detik Viny Rundengan menghembuskan napas terakhirnya.

Malam itu jadi malam yang tak terlupakan bagi Valencia Tiwow.

Ia menceritakan, saat itu dirinya sedang berada di dalam kamar kos yang bersebelahan dengan kamar kos korban.

Saat itu, tiba-tiba dirinya mendengar suara ketukan dari luar kamarnya yang ternyata dilakukan oleh pelaku, yang tak lain adalah kekasih korban.

"Saya mendengar orang minta tolong untuk melihat korban Okvini dan saya pun langsung menuju ke kamar tempat kejadian," ucapnya.

Saat tiba di kamar korban, Valencia kaget ketika melihat Viny Rundengan yang sudah dalam kondisi berlumuran darah.

Melihat itu, ia pun langdung berinisiatif menelepon taksi online.

"Setelah kendaraan on driver tiba langsung korban diangkat ke kendaraan guna di bawah ke Rumah Sakit Bhayangkara Karombasan," tandasnya.

Menurut Valencia, saat dibawa ke rumah sakit, korban belum meninggal dunia.

Namun, setelah mendekati Rumah Sakit Bhayangkara barulah korban menghembuskan napas terakhirnya.

Selama mengantar korban ke rumah sakit, Valencia mengaku sempat mengalami pengalaman mistis.

Saat itu dirinya merasakan kehadiran korban, padahal korban sudah dinyatakan meninggal dunia.

"Saat di rumah sakit dan saat kami balik ke indekos, memang terasa ada sosok korban yang mengikuti kami," pungkasnya.

Memang, menurut keterangan pemilik kos, Edwin Malonda (37), ada beberapa penghuni indekos yang memilih untuk pulang ke rumah keluarga mereka atau kerabat mereka.

"Mungkin karena takut akan adanya gangguan, apalagi pada saat menjelang tiga hari. Karena kan ini kematian yang tidak wajar jadi percaya atau tidak ya kita tunggu saja," kata Edwin.

(TribunnewsBogor.com/TribunManado.co.id)

Berita lain terkait Pembunuhan Wanita Penyuka Sesama Jenis

Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved