Breaking News:

Monyet di Lembang Turun ke Jalan Raya Tangkuban Parahu dan Masuk Kafe, Steve Ewon Beberkan Alasannya

Kawanan monyet ekor panjang turun gunung ke Jalan Raya Tangkuban Parahu, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Editor: dedy herdiana
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
ILUSTRASI: Monyet dari Curug Cimahi ketika berkeliaran di rumah warga. Kondisi yang nyaris sama terjadi, monyet ekor panjang turun gunung ke Jalan Raya Tangkuban Parahu, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Kawanan monyet ekor panjang turun gunung ke Jalan Raya Tangkuban Parahu, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Tak sampai di situ, kawanan monyet itu juga disebutkan sampai masuk ke kafe -kafe di sekitar kawasan wisata tersebut.

"Serangan" kawanan monyet tersebut membuat para pemilik cafe dan restoran resah karena monyet itu masuk ke tempat usaha mereka tepatnya saat pagi hari.

Baca juga: Para Pedagang Makanan di Cipanas Galunggung Kebingungan Usir Kawanan Monyet yang Menjarah Warungnya

Baca juga: Kawanan Monyet Geruduk Permukiman Warga di Kalsel, Bikin Warga Ketakutan, Ini Kata BKSDA

Hal itu, menyebabkan para pengunjung cafe pun merasa terganggu dengan adanya kawanan monyet tersebut. 

Melihat kondisi tersebut, pawang hewan sekaligus pelestari lingkungan Steve Ewon pun angkat bicara.

Menurut Steve Ewon, kawanan monyet tersebut turun gunung karena habitat mereka sudah rusak dan sudah tida ada lagi makanan yang secara alami seperti buah-buahan dan dedaunan.

Pawang hewan sekaligus pelestari lingkungan Steve Ewon
Pawang hewan sekaligus pelestari lingkungan Steve Ewon (TRIBUNJABAR.ID/HILMAN KAMALUDIN)

"Itu sesuatu yang disampaikan alam, dalam arti komunikasi alam dengan manusia bahwa sekarang alam sudah rusak," ujarnya saat dihubungi, Kamis (30/9/2021).

Ia mengatakan, di teritorial mereka bahwa pepohonan sudah sangat berkurang karena alih fungsi lahan dan hutan, kemudian menyebabkan mereka akhirnya keluar dari habitatnya dan datang ke permukiman manusia.

Atas hal tersebut, kata Ewon, perlu ada penyeimbangan kondisi alam di Bandung Barat yang merupakan habitat berbagai satwa, salah satunya monyet ekor panjang

"Dulu kan hutan Perhutani itu hutan produksi, nah sekarang dimanfaatkan untuk jasa pariwisata," kata pria yang kini mengemban jabatan sebagai Kepala Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat itu.

Steve Ewon.
Steve Ewon. (KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA)

Dengan begitu, kata dia, otomatis habitat dan makanan monyet ekor panjang itu hilang karena ada pembukaan lahan, sehingga dalam hal ini semuanya harus seimbang dan tidak boleh sampai ada ketimpangan.

Menurutnya, alih fungsi lahan dan hutan yang terjadi saat ini perlu disikapi dengan bijak, seperti dari kacamata aktivis lingkungan perlu ada penghentian alih fungsi tersebut dengan melibatkan semua pihak. 

"Kalau kami sebagai aktivis lingkungan dan pencinta fauna harus menyeimbangkan semuanya. Banyak menanam pohon, tidak membuka lahan sembarangan, nah diedukasi ke semuanya," ucap  Ewon. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved