Breaking News:

TKW Indramayu Minta Tolong Jokowi

Kasus TKW Indramayu yang Diberangkatkan ke Irak Diharapkan Lanjut ke Ranah Hukum, untuk Efek Jera

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) berharap jalur hukum bisa ditempuh sebagai tindak lanjut kasus yang dialami Rokaya

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
istimewa
Rekaman video Rokaya (40) yang mengalami sakit di Arbil, Irak, Jumat (24/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) berharap jalur hukum bisa ditempuh sebagai tindak lanjut kasus yang dialami Rokaya (40) Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Indramayu di Irak.

Dengan ditempuhnya jalur hukum ini bakal menjadi menjadi efek jera, agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

"Setelah ibu Rokaya pulang, baru kita ke ranah hukum, harapan SBMI juga ke ranah hukum," ujar Ketua SBMI Cabang Indramayu, Juwarih kepada Tribuncirebon.com, Rabu (29/9/2021).

Seperti diketahui, Rokaya merupakan TKW asal Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

Ia diberangkatkan ke Irak dalam kondisi sakit karena terpaksa sudah menerima fee dari sponsor sebesar Rp 8 juta.

Rokaya diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

"Agar ada efek jera harus dilaporkan pihak sponsornya," ujar dia.

Sebelumnya, Juwarih membeberkan, ada beberapa fakta yang menguatkan soal Rokaya merupakan korban TPPO.

Di antaranya adalah, Rokaya dipaksa berangkat ke Irak walau kondisinya saat itu sedang sakit di Indonesia pada 10 Januari 2021 lalu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved