Senin, 27 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Begini Cara Kerja Alat Tes Kebohongan/Lie Detector yang Dipakai Polisi dalam Kasus Tuti dan Amalia

Lalu bagaimana cara kerja alat tes kebohongan ini yang dipakai Bareskrim Polri saat pemeriksaan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang?

Editor: Mumu Mujahidin
(Youtube)
Ilustrasi: Yosef dan Yoris soal pembunuhan Tuti dan Amalia Mustika Ratu di Subang, mereka diperiksa polisi menggunakan alat tes kebohongan 

TRIBUNCIREBON.COM - Sulitnya pengungkapan kasus perampasan nyawa Tuti dan Amalia di Subang membuat polisi menggunakan alat tes kebohongan atau Lie Detector.

Alat tes kebohongan atau Lie Detector digunakan polisi untuk memeriksa kembali sejumlah saksi kunci perampasan nyawa Tuti dan Amalia.

Lalu bagaimana cara kerja alat tes kebohongan ini yang dipakai Bareskrim Polri saat pemeriksaan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang?

Apakah Lie Detector ini akan mampu membantu polisi mengungkap kasus perampasan nyawa ibu dan anak di Subang?

Diketahui, Bareskrim Polri menggunakan alat tes kebohongan untuk memeriksa Yosef, suami korban Tuti Suhartini dan ayah Amalia Mustika Ratu.

Istri muda Yosef, Mimin, juga dilakukan pemeriksaan dengan alat tes kebohongan tersebut.

Alat tes kebohongan atau Poligraf atau Lie Detector, adalah alat yang memantau reaksi Fisiologi seseorang.

Faktanya alat ini tidak sepenuhnya bisa mendeteksi kebohongan secara langsung, melainkan mendeteksi tanda-tanda saat seseorang melakukan kebohongan.

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Cara Kerja Alat Pendeteksi Kebohongan, Jawaban Soal TVRI 20 Juli SMA'

Informasi itu kemudian digunakan bersama segala sesuatu yang diketahui tentang orang tersebut untuk membentuk gambaran yang lebih jelas, apakah mereka jujur atau berbohong.

Alat pendeteksi kebohongan ini biasa dipakai oleh Badan Intelejen, kepolisian, dan lembaga penegakan hukum lainnya.

Baca juga: Alat Tes Kebohongan Dipakai di Kasus Subang, Yosef Ditanya Polisi: Melakukan Atau Menyuruh Lakukan?

Poligraf pertama kali ditemukan oleh James Mckenzie pada 1902.

Kemudian dikembangkan lagi pada 1921 oleh seorang petugas kepolisian.

Poligraf modern mengukur berbagai perubahan fisik seperti denyut nadi dan pernapasan serta tekanan darah.

Cara kerja alat pendeteksi kebohongan dengan mencatat dan merekam seluruh respon tubuh secara simultan ketika seseorang diberi pertanyaan.

Secara sederhana ketika seseoarang berbohong ucapan yang dikeluarkannya akan menghasilkan reaksi psikologis di dalam tubuh yang akan mempengaruhi kerja organ tubuh, seperti jantung, kulit, dan lainnya.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved