Breaking News:

TKW Asal Cianjur Pulang dalam Keadaan Lumpuh dan Hilang Ingatan, Sang Suami Ungkap Penyebabnya

istrinya sempat dirawat di rumah sakit Dubai selama 6 bulan, mengalami koma selama beberapa bulan hingga akhirnya divonis lumpuh dan hilang ingatan.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunjabar.id/Ferri Amiril M
Lesi Kulsum (33), seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kampung Loneng, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, pulang dalam keadaan lumpuh serta hilang ingatan. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril M

TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR -
Lesi Kulsum (33), seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kampung Loneng, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, pulang dalam keadaan lumpuh serta hilang ingatan akibat mobil yang ditumpanginya kecelakaan menabrak truk di Dubai, Saudi Arabia.

Suami TKW asal Cianjur ini, Yanto Firmanullah (35), mengatakan, ibu dua anak itu pertama kali berangkat ke Dubai pada bulan Januari 2021 dengan niat ingin membantu perekonomian keluarga.

"Awalnya istri saya kerja menjadi perangkat desa bersama saya. Kondisi pandemi yang serba sulit membuat istri saya berniat kerja di Dubai, padahal saya sudah melarangnya, namun dia tetap kukuh," ujarnya, Kamis (23/9/2021).

Lesi melakukan pemberangkatan melalui salah satu PT yang ada di Jakarta, namun saat diantar ke tempat penampungan, di jalan ia mengalami kecelakaan.

Lesi Kulsum (33), seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kampung Loneng, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, pulang dalam keadaan lumpuh serta hilang ingatan.
Lesi Kulsum (33), seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kampung Loneng, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, pulang dalam keadaan lumpuh serta hilang ingatan. (Tribunjabar.id/Ferri Amiril M)

"Keterangan yang saya dapat, mobil ditumpangi istri saya kecelakaan, katanya sopirnya mengantuk sehingga mobil itu keluar jalur dan bertabrakan dengan truk besar. Jadi istri saya belum sempat bekerja, baru mau bertemu majikan tapi keburu kecelakaan," katanya.

Ia mengatakan, istrinya sempat dirawat di salah satu rumah sakit yang ada di Dubai selama 6 bulan, bahkan dia sempat mengalami koma selama beberapa bulan hingga akhirnya divonis lumpuh dan hilang ingatan.

"Sempat dirawat selama 6 bulan, bahkan koma selama 2 bulan. Setelah itu istrinya saya dinyatakan lumpuh serta hilang ingatan akibat benturan keras saat kecelakaan," katanya.

Mendengar kabar tersebut, pihak keluarga pun meminta supaya Lesi dipulangkan dan dirawat di Indonesia. "Sekitar 2 bulan ke belakang saya minta supaya istri saya dipulangkan," tuturnya.

Baca juga: Anak di Indramayu Minta Dicarikan Ibunya, TKW asal Indramayu yang Hilang Kontak Selama 13 Tahun

Selama di Indonesia Lesi rutin melakukan pengobatan ke Rumah Sakit maupun terapi untuk menyembuhkan penyakitnya dengan biaya mengandalkan dari pihak PT.

"Sudah dibawa ke mana-mana namun tidak sembuh juga. Selama pengobatan alhamdulillah semua biaya ditanggung oleh pihak PT," katanya.

Ia berharap, pemerintah bisa membantu baik untuk pengobatan maupun bantuan lainnya, mengingat gaji dari dia bekerja sebagai perangkat desa tidak mencukupi.

"Kalau gaji saya mana cukup. Meskipun ada dari PT kadang tidak cukup. Saya harap pemerintah bisa membantu," katanya.

Camat Sukaluyu, Dadan Miharja, mengatakan ia sudah mendatangi dan menjenguk Lesi. Dari hasil diagnosa Lesi harus dioperasi namun pihak keluarga masih keberatan.

"Kalau untuk biaya masih ada BPJS, semoga ada solusi, dari puskesmas tadi sudah koordinasi dengan pihak keluarga," katanya.

Baca juga: Diiming-imingi Duit Rp 7 Juta, Calon TKW Asal Indramayu Bocorkan Modus Oknum Penyalur TKI Ilegal

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved