Rabu, 15 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

BREAKING NEWS- Pimpinan Teroris Poso Ali Kalora Tewas Ditembak Densus 88, Mayatnya Tergolek di Jalan

Ali Kalora disebut tertembak bersama seorang teroris lainnya oleh Densus 88 di wilayah Kabupaten Parigi Motong, Sabtu siang.

Editor: Machmud Mubarok
AFP
Ali Kalora sebelum dan sesudah dipotong rambut. 

TRIBUNCIREBON.COM, POSO - Beredar foto sesosok mayat beramput panjang dengan tas ransel di punggungnya tergeletak di jalan.

Informasi diperoleh TribunPalu.com, Sabtu (18/9/2021), pria itu adalah panglima Teroris Poso di Pegunungan Poso, Sulawesi Tengah, Ali Kalora.

Dari foto diperoleh TribunPalu.com, terdapat sepucuk senjata laras panjang di samping mayat Ali Kalora.

Ali Kalora disebut tertembak bersama seorang teroris lainnya oleh Densus 88 di wilayah Kabupaten Parigi Motong, Sabtu siang.

Ali Kalora adalah Teroris Poso yang memimpin Mujahidin Indonesia Timur (MIT) sepeninggal Santoso.

Baca juga: Sosok Praka Dedi Irawan yang Gugur di Poso, Anak Buah Jenderal Andika Itu Baku Tembak dengan Teroris

Beredar foto sesosok mayat beramput panjang dengan tak ransel di punggungnya tergeletak di jalan. Informasi diperoleh TribunPalu.com, Sabtu (18/9/2021), pria itu adalah panglima Teroris Poso di Pegunungan Poso, Sulawesi Tengah, Ali Kalora.
Beredar foto sesosok mayat beramput panjang dengan tak ransel di punggungnya tergeletak di jalan. Informasi diperoleh TribunPalu.com, Sabtu (18/9/2021), pria itu adalah panglima Teroris Poso di Pegunungan Poso, Sulawesi Tengah, Ali Kalora. (handover)

 

MIT sering beraksi di daerah Poso, Sulawesi Tengah.

Aparat TNI-Polri tergabung dalam Satgas Madago Raya masih terus mengejar kelompok teroris tersebut.

Beberapa waktu lalu diberitakan, Nama Ali Kalora, pemimpin kelompok Mujahidin Indonesia Timur ( MIT), diduga kuat terlibat pembunuhan satu keluarga di Dusun St.2 Lewono, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, pada Jumat (27/11/2020).

Sekretaris Desa Lemban Tongoa, Rifai, mengatakan, pada hari kejadian ada delapan orang yang tak dikenal mendatangi rumah Ulin pada Jumat pukul 09.00 Wita.

Mereka menyandera Ulin dan keluarganya. Lalu, delapan orang tak dikenal itu membunuh korban Yasa dan Pino Nei.

Baca juga: Jawaban Telak Anggota DPR RI Terkait Video Azan ‘Hayya Alal Jihad’ yang Viral di Media Sosial

Baca juga: Indramayu Masuk Zona Merah, Bertambah 33 Kasus Baru Covid-19 dan Pasien Sembuh 17 Orang

Baca juga: Pemadaman Listrik di Kuningan Hingga Pukul 15.00 Sore. Cek Daerah Mana Saja yang Mati Lampu

Tiga orang pelaku membawa senjata api laras panjang dan dua senjata api genggam. Ulin lari menyelamatkan diri ke Desa Lemban Tongoa.

Total ada empat anggota keluarga Ulin yang dibunuh. Mereka adalah pasangan suami istri, anak, dan menantu.

Selain itu, ada enam rumah yang dibakar. Warga sekitar dusun yang mengetahui kejadian tersebut melarikan diri ke Desa Lemban Tongoa karena takut.

Sementara itu, para pelaku mengambil 40 kilogram beras dan membakar kendaraan bermotor.  Ada sembilan KK atau sekitar 50 orang dari berbagai suku yang tinggal di lokasi tersebut.

Kepada saksi, polisi kemudian memperlihatkan foto para DPO teroris MIT, salah satunya Ali Kalora yang disebut sebagai pemimpin MIT.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved