Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
Amalia Diduga Mengenal Sosok Pembunuh Ibunya hingga Dirinya Ikut Dihabisi, Ini Analisis Pakar
Amalia diduga mengetahui siapa pembunuh ibunya hingga akhirnya ia pun ikut dibunuh
TRIBUNCIREBON.COM - Berdasarkan analisis psikolog kemungkinan Amalia mengenali sosok pembunh sang ibu.
Pakar Mikro Ekspresi sekaligus psikologis Poppy Amalya menyoroti ekspresi Yosef saat pertama kali melihat dan menemukan jasad istri dan anaknya, Tuti dan Amalia, pada Rabu (18/8/2021).
Tak hanya itu, Poppy Amalya juga menyoroti soal kronologi pembunuhan ibu dan anak di Subang.
Baca juga: Kok Yosef Bisa Diperiksa Sampai 9 Kali Terkait Kematian Tuti dan Amalia, Nih Penjelasan dari Polisi
Menurut sang pakar, Amalia Mustika Ratu mengetahui sosok pembunuh ibunya, Tuti.
Akibatnya, Amalia pun bernasib tragis seperti Tuti, yakni ikut dibunuh pelaku.
Seperti diketahui, Tuti dibunuh terlebih dahulu oleh pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang, sekira pukul 00.00 WIB.
Sekira 5 jam kemudian, giliran putrinya, Amalia Mustika Ratu dibunuh sekira pukul 05.00 WIB.
"Ibunya (dibunuh) duluan. Sedangkan Amelia meninggal sekitar pukul 05.00 WIB. Jadi ibunya (dibunuh) lima jam sebelumnya. Ada perbedaan waktu lima jam," kata Kasatreskrim Polres Subang, dilansir TribunnewsBogor.com dari TribunJabar.
Mengetahui hal tersebut, pakar mencurigai detik-detik pembunuhan Tuti, istri Yosef.
Diakui pacar korban yang sempat chat-an dengan Amalia Mustika Ratu, anak Tuti itu sedang main game pada pukul 22.47 WIB.
Disebutkan sang pakar, Amalia diduga tidak tahu kalau ibunya sedang dibunuh pelaku.
"Berarti saat Amel main game, ia tidak mengetahui ibunya sedang meregang nyawa. Dan tidak ada keributan.
Berarti asusmsinya, Amel sedang menggunakan headphone. Sehingga ia tidak mendengar suara apapun. Padahal, kamar korban (Tuti) di TKP berantakan sekali," papar Poppy Amalya, dilansir dari akun Youtube.
Tuti diduga dibunuh pelaku dengan cara dibekap saat tidur.
Baca juga: Polisi Datang Lagi ke TKP Kasus Kematian Tuti dan Amalia, Tersangka Bakal Segera Diumumkan?
"Kalau jasad ibu, selain luka di kepala, ada juga luka di bibir. Itu asumsinya korban dipukul karena ada dialog dengan seseorang yang bisa masuk kamar. Atau korban dibekap. Atau ada benda di tangan pelaku, hingga sebebkan bibir korban robek," ungkap sang pakar, Poppy Amalya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/kasus-pembunuhan-ibu-dan-anak-misterius-31-foto-amalia-di-instagram-lenyap-saat-ponsel-hilang.jpg)