Breaking News:

CPNS Cirebon

Peserta Ujian Seleksi CPNS dan PPPK Wajib Bawa Hasil Tes PCR, Sekda Kuningan Jelaskan Begini

Dokumen wajib dibawa bagi peserta saat ujian SKD, yakni kartu tanda peserta ujian SKD (cetak berwarna) yang asli, KTP asli atau surat keterangan

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Tribunnews.com
LINK pendaftaran CPNS 2019 sscasn.bkn.go.id Kejaksaan Agung Buka 2.000 Formasi Lulusan SMA/Sederajat. 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Jelang pelaksanaan ujian seleksi CPNS dan PPPK nonguru di Kuningan direncanakan pada akhir September 2021 nanti berlangsung di Universitas Muhammadiyah Cirebon.

"Setiap peserta ujian diharuskan membawa surat bebas Covid-19. Peserta harus membawa hasil tes swab PCR maksimal 2x24 jam dan tes rapid antigen maksimal 1x24 jam, sebelum pelaksanaan ujian dengan hasil negatif atau non reaktif," ungkap Sekda Dr H Dian Rachmat Yanuar di sela kegiatan di Pendopo, Jumat (10/9/2021).

Jumlah peserta CPNS di Kuningan sebanyak 5.449 orang dan PPPK non guru sejumlah 142 orang. Adapun lokasi pelaksanaan ujian SKD CPNS diadakan di Universitas Muhammadiyah Cirebon, yakni pada Kamis (30/9) hingga Senin (4/10).

“Kemudian seleksi kompetensi PPPK non guru, tempatnya sama di Universitas Muhammadiyah Cirebon itu tanggal 4 Oktober 2021 pada hari Kamis,” katanya.

Baca juga: Peserta CPNS di Indramayu Harus Swab Mandiri Untuk Ikut Ujian SKD, Pemkab Tidak Memfasilitasi

Baca juga: Tes SKD CPNS di Majalengka Segera Digelar, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Peserta Seleksi

Mengenai waktu dan tempat pelaksanaan seleksi kompetensi PPPK non guru untuk peserta yang memilih titik lokasi di luar Universitas Muhammadiyah Cirebon, akan diinformasikan lebih lanjut.

"Daftar nominatif peserta, pembagian waktu, sesi dan tempat pelaksanaan SKD CPNS dan seleksi kompetensi PPPK non guru," ujarnya.

Dokumen wajib dibawa bagi peserta saat ujian SKD, yakni kartu tanda peserta ujian SKD (cetak berwarna) yang asli, KTP asli atau surat keterangan telah melakukan rekaman kependudukan yang dikeluarkan Disdukcapil dan atau KK asli.

Disamping itu harus membawa alat tulis pribadi (pensil kayu bukan pensil mekanik) dan print out formulir deklarasi sehat yang telah diisi melalui form di halaman resume pendaftar di website https://sscasn.bkn.go.id dalam kurun waktu 14 hari sebelum mengikuti ujian seleksi SKD paling lambat pada H-1 sebelum ujian SKD.

"Selain itu, harus membawa kartu vaksin minimal vaksin dosis pertama. Bagi yang belum melakukan vaksin pertama karena alasan kesehatan, diwajibkan membawa surat keterangan dari dokter pemerintah dan tak lupa membawa hasil tes swab PCR maksimal 2x24 jam atau tes rapid antigen maksimal 1x24 jam sebelum pelaksanaan tes SKD, dengan hasil negatif atau non reaktif,” ujarnya.

Setiap peserta wajib mentaati prokes Covid-19 dengan memakai masker tiga lapis, ditambah masker kain di bagian luar.

"Peserta wajib hadir 90 menit sebelum ujian dimulai, jika ada yang terlambat maka tidak diperkenankan masuk dan dianggap gugur," katanya.

Peserta menggunakan pakaian rapih, sopan dan bersepatu sehingga tidak diperkenankan memakai kaos, celana jeans dan sendal. Peserta pria memakai kemeja putih tanpa corak, celana panjang hitam serta sepatu hitam polos, sedangkan peserta wanita memakai kemeja putih tanpa corak, rok panjang hitam atau biru tua, sepatu hitam polos dan yang berjilbab memakai kerudung warna hitam polos. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved