Bulan Safar Disebut Bulan Sial, Rasulullah Peringatkan Bahaya Syirik, Dianjurkan untuk Baca Doa Ini
Sejak zaman Jahiliyah, ada keyakinan soal Bulan Safar adalah bulan sial dan banyak musibah.
TRIBUNCIREBON.COM- Sejak zaman Jahiliyah, ada keyakinan soal bulan Safar adalah bulan sial dan banyak musibah.
Tak terkecuali hal ini pun dianggap benar oleh sebagian warga Indonesia.
Seperti munculnya khurafat dan keyakinan lainnya seperti menghindari pernikahan, aqikah dan bepergian saat bulan Safar.
Sementara itu dalam Islam, menganggap bulan tertentu tertentu sial hukumnya syirik.
Perbuatan syirik adalah itikad menyamakan sesuatu selain Allah atau menyekutukan Allah.
Termasuk memalingkan bentuk ibadah dan ketentuan selain hal yang ditentukan Allah SWT.
Diketahui perbuatan syirik adalah satu di antara dosa besar yang tak diampuni Allah SWT.
Allah SWT telah berfirman dalam Al Quran Surat An Nisa : 48.
إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
Yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa : 48).
Dalam ayat tersebut dijelaskan, seseorang berjumpa Allah dalam keadaan musyrik maka tidak ada harapan baginya untuk mendapatkan ampunan Allah.
Tempat mereka kembalinya mereka sudah dipastikan masuk dalam neraka dan dia akan kekal di dalamnya.
Demikian, dalam hal menggap bulan Safar sebagai bulan sial, Rasulullah SAW sudah memperingatkan umatnya agar tak percaya akan adanya bulan sial tersebut.
Rasulullah tidak sama sekali membenarkan menganggap Bulan Safar sebagai bulan sial.
Hal ini pun pernah disampaikan Rasulullah SAW, beliau bersabda