Peristiwa Mencekam G30S PKI
Bukan DN Aidit Tapi Dua Tokoh Ini Pentolan PKI Sesungguhnya, Terima Pesan Pimpinan Komunis di Moskow
Jarang banyak yang tahu bahwa ada pentolan sesungguhnya PKI adalah Miso Manokwari. Mereka pernah bertemu dengan pimpinan tertinggi PKI di Moskow
TRIBUNCIREBON.COM - Siapa sosok penting tokoh PKI sebelum DN Aidit yang disebut bertemu langsung dengan pimpinan tertinggi PKI di Moskow?
Sebelum DN Aidit, ada sosok penting yang dikenal sebagai tokoh PKI sebenarnya.
Sosok DN Aidit dapat dikatakan anak bawang karena termasuk generasi baru PKI. Namun, sosoknya terkenal terkait Gerakan 30 September atau G30S/PKI.
Jarang banyak yang tahu bahwa ada pentolan sesungguhnya PKI. Mereka bahkan pernah bertemu dengan pimpinan tertinggi PKI di Moskow.
Mereka adalah Muso Manowar atau Munawar Muso alias Musso dan Alimin bin Prawirodirdjo.
Pada 25 Desember 1925, para pemimpin PKI mengadakan pertemuan kilat di daerah Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.
Dalam pertemuan itu mereka membahas aksi berupa pemogokan hingga angkat senjata yang bakal dilakukan oleh kaum tani serta buruh.
Tujuannya ialah melancarkan aksi pemberontakan di seluruh nusantara kepada pendudukan Belanda.
Rencana itu lantas harus disampaikan kepada wakil Komunis Internasional (Komintern) yang berada di Singapura.
PKI lantas mengirim Alimin dan Musso ke Singapura.
Baca juga: Ternyata DN Aidit Cuma Anak Bawang, Sosok 2 Orang Ini PKI Sebenarnya, Dipercaya Langsung oleh Moskow
Komintern di Singapura menindaklanjuti rencana pemberontakan tersebut dengan memberangkatkan keduanya ke Moskow, Uni Soviet.
Rupanya Musso dan Alimin langsung dihadapkan kepada pemimpin besar Komunis, yakni Stalin ketika di Moskow.
Mereka berdua menerima mandat dari Stalin agar rencana pemberontakan dibatalkan dulu saja serta mengubah cara kerja PKI menjadi bawah tanah dengan menyebarkan propaganda kepada Belanda.
Tapi Musso nekat, sekembalinya ke tanah air ia melancarkan pemberontakan kepada Belanda di Batavia dan Sumatera Barat.
Karena persiapan kurang matang, pemberontakan tersebut langsung ditumpas dan Belanda melarang adanya PKI lagi di Nusantara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/dn-aidit-dan-soekarno.jpg)