Polemik Keraton Kasepuhan
Wali Kota Cirebon Minta Semua Pihak yang Berkisruh di Keraton Kasepuhan Menahan Diri
Wali Kota Cirebon membantah semua pihak yang berpolemik dalam hal pewaris takhta masih satu keluarga besar Keraton Kasepuhan.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Saat ditemui usai pelantikan, Raharjo mengatakan, tidak perlu meminta izin kepada siapapun untuk melantik perangkatnya.
"Kami yang hadir adalah keluarga besar Keraton Kasepuhan sehingga tidak perlu izin dari siapapun," ujar Raharjo Djali saat ditemui di Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (25/8/2021).
Selain itu, menurut dia, Keraton Kasepuhan merupakan entitas yang berbeda dibanding lainnya karena memberlakukan hukum adat.
Karenanya, pihaknya merasa tidak perlu meminta izin, mengingat Raharjo sendiri telah mengelar jumenengan sebagai Sultan Keraton Kasepuhan pada pekan lalu.
Baca juga: BP Keraton Kasepuhan Cirebon Sebut Kegiatan Sultan Aloeda II Raharjo Djali Digelar Tanpa Izin
"Kami juga akan menempuh jalur hukum dan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib," kata Raharjo Djali.
Namun, Raharjo mengaku belum bisa menyampaikan detail mengenai langkahnya karena harus membicarakannya dahulu.
Ia juga mengajak pihak-pihak yang tidak menerimanya sebagai Sultan Keraton Kasepuhan untuk menyelesaikannya secara baik-baik.
"Jangan menyelesaikannya secara premanisme, mari selesaikan melalui jalur hukum sehingga lebih bermartabat," ujar Raharjo Djali.
Baca juga: BP Keraton Kasepuhan Tegaskan Luqman Zulkaedin Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon yang Sah