Wow Ada Kandungan Emas di Lokasi Wisata Sungai Cipedak, Warga Sebut Tempatnya Angker
itu diketahui sejak beberapa tahun lalu oleh aktivis mahasiswa dari Bandung saat melakukan Kuliah Kerja Nyata di daerah setempat.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Kuningana, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Kawasan wisata perairan Sungai Cipedak di Desa Pasir Agung, Kecamatan Hantara, Kuningan Jawa Barat, diduga mengandung kadar emas.
Hal itu diketahui sejak beberapa tahun lalu oleh aktivis mahasiswa dari Bandung saat melakukan Kuliah Kerja Nyata di daerah setempat.
“Betul, terdapat kandungan emas di kawasan wisata peraiaran Sungai Cipedak ini, mulanya diketahui oleh Mahasiswa yang KKN di desa kami dan membawa sampel tanah permukaan yang dilanjutkan dengan penelitiannya laboratorium,” kata Ayip Nursamsi, tokoh pemuda setempat saat ditemui di sungai tersebut, Senin (23/8/2021).
Baca juga: Gelombang Tinggi Terjang Pesisir Sukabumi Selatan, Warga Malah Mencari Emas dan Barang Berharga
Baca juga: Harga Emas Naik, Puluhan Warga Kota Bandung Langsung Antre Beli Emas, Duit THR Dimaksimalkan
Ayip menyebut bahwa lokasi kandungan emas di desanya itu tidak boleh dimanfaatkan atau dikomersialkan.
Pasalnya, lokasi alam di sana sangat kental dengan nilai mistis dan tidak boleh dilakukan eksploitasi.
“Warga kami sempat berembuk untuk melakukan pendayagunaan lahan tersebut, namun kebanyakan warga tidak menyetujuinya.
Karena itu merupakan kekayaan yang hanya bisa dinikmati seadanya tanpa merusak lingkungan dan kandungannya,” ujarnya.
Sekadar informasi, kata Ayip mengemuka bahwa Desa Pasir Agung ini merupakan dominasi wilayah tengah Kabupaten Kuningan.
“Iya, Kecamatan Hantara termasuk desa kami ini berada di tengah Kabupaten Kuningan dan ini bisa dilihat dari peta geografi,” ujarnya.
Pengklaim sebagai wilayah tengah, Ayip mengklaim potensi wisata di Desa Pasir Agung ini memiliki lebih dari satu lokasi wisata.
“Bicara potensi wisata di desa kami sangat banyak, namun untuk memajukannya itu kembali kepada pemerintah dalam mendukung pegiat wisata di desa. Karena sangat jelas bahwa dari jaraknya saja cukup jauh, jika mengambil star dari pusat Kuningan kota itu bisa memakan waktu sekitar satu jam an,” katanya.
Dieksploitasi Manual
Informasi warga melakukan pendayagunaan alam yang memiliki kandungan emas dan tembaga di Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan dibenarkan oleh Anggota DPRD Kuningan, Toto Tohari saat dihubungi ponselnya.
“Benar, dulu warga kami melakukan pengambilan emas dengan cara manual,” ujarnya Tohari yang warga Desa Citapen, Kecamatan Hantara, Senin (23/8/2021).
Pemanfaatan kandungan alam, kata Tohari mengaku sebelumnya ditemukan oleh Mahasiswa saat melakukan KKN di daerah setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/harga-emas.jpg)