Breaking News:

Ubah Laku

Menparekraf Sandiaga Uno: Waspadai Balas Dendam Wisata Setelah PPKM Dilonggarkan

masyarakat yang sudah jenuh akibat pembatasan mobilitas, ingin segera berpergian. Kita harus waspada jika seandainya nanti terjadi ledakan

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno meminta semua pihak mewaspadai aksi "balas dendam" setelah pelonggaran PPKM. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pihaknya mendukung penggunaan kartu vaksin dengan aplikasi Peduli Lindungi untuk masyarakat yang hendak masuk ke destinasi parwisata.

"Saya mendukung rencana pemerintah untuk menggunakan kartu vaksin yang terkoneksi dengan aplikasi Peduli Lindungi, di berbagai destinasi wisata ataupun sentra ekonomi kreatif," kata Sandiaga di Sekolah Tinggi Patiwisata Bandung, Senin (23/8).

Upaya ini, katanya, dapat menjadi solusi agar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif bisa tetap bertahan di tengah pandemi dan masyarakat dapat berlibur dengan aman. Sehingga kartu vaksin ini nantinya bisa menjadi gold standard dalam berkegiatan.

"Nantinya setelah vaksinasi COVID-19 mencapai 70-75 persen, yang perlu disiapkan adalah penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin di tiap destinasi dan sentra ekonomi kreatif," katanya.

Baca juga: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Lagi, tapi Ada Beberapa Daerah yang Turun Level, Daerah Anda Termasuk?

Baca juga: Suka Tak Suka, Faktanya PPKM Diperpanjang Sampai 30 Agustus, Jabodetabek, Bandung, Surabaya Level 3

Pemerintah, ujar Sandiaga, menjamin kesediaan vaksin terhadap seluruh masyarakat Indonesia. Namun
penyediaan vaksin memang dilakukan secara bertahap sehingga vaksinasi dijalankan secara bertahap, dimulai dari kelompok-kelompok prioritas.

Data Kemenkes per tanggal 22 Agustus 2021 tercatat sebanyak 57.340.729 dosis vaksin dosis pertama (27,53%) telah disuntikkan ke masyarakat. Sementara untuk vaksinasi dosis kedua telah mencapai 31.602.633 atau 15.17%.

Saat ini, katanya, Kemenparekraf tengah memperluas sertifikasi Indonesia Care berbasis CHSE. Sampai dengan 13 Agustus 2021 pendaftaran yang masuk sebanyak 5.497 usaha, terdiri dari 829 usaha yang belum terverifikasi dan 4.668 usaha yang sudah diverifikasi. 

"Selanjutnya kondisi COVID-19 di wilayah masing-masing harus diperhatikan, apabila situasinya sudah melandai, maka destinasi wisata dan sentra ekraf dapat dibuka secara bertahap, nantinya akan kita lakukan monitoring dan evaluasi," katanya.

Ia mengatakan ketika PPKM dilonggarkan, tentu menjadi harapan dan angin segar bagi para pelaku
parekraf. Pelonggaran untuk bisnis restoran, kapasitas mal dan pusat belanja bertambah menjadi
maksimal 50 persen setelah pada pekan lalu hanya diperbolehkan buka dengan kapasitas 25 persen.

Sedangkan untuk jam operasional, pusat belanja diizinkan untuk beroperasi mulai pukul 10.00 sampai dengan 20.00. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memperkirakan di awal minggu lalu, pelonggaran ini dapat membantu pertumbuhan pendapatan bisnis restoran sebesar 30-40 persen.

Sandiaga mengatakan sama halnya dengan pelonggaran PPKM di pusat perbelanjaan dan restoran, turunnya harga PCR juga menjadi salah satu angin segar bagi pariwisata.

Ia mengharapkan ini menjadi salah satu upaya reaktivasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang selama 1,5 tahun ini mengalami dampak yang luar biasa akibat pandemi.

Namun demikian, Sandiaga meminta semua pihak mewaspadai aksi " balas dendam" setelah pelonggaran PPKM. Peningkatan permintaan terhadap usaha seperti hotel, restoran, dan tempat-tempat wisata lainnya tentu menjadi perhatiannya, karena apabila PPKM dilonggarkan maka diprediksi akan ada revenge tourism. 

"Di mana masyarakat yang sudah jenuh akibat pembatasan mobilitas, ingin segera berpergian. Kita harus waspada jika seandainya nanti terjadi ledakan jumlah wisatawan saat PPKM dilonggarkan. Hal tersebut harus kita sikapi sesuai dengan pilar Kemenparekraf yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi," katanya.

Inovasi yaitu pelaku usaha memaksimalkan platform digital untuk memberikan layanan yang prima. Adaptasi yakni menerapkan protokol kesehatan yang berlaku di era kenormalan baru. Dan kolaborasi yakni bekerja sama dengan seluruh unsur pentahelix, agar berbagai upaya dan kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan sektor pariwisata dapat terwujud. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved