Breaking News:

Cegah Penyebaran Virus Corona, 169 Warga Majalengka yang Isoman Diminta Jalani Isolasi Terpusat

melakukan isolasi mandiri di rumah dianggap kurang tepat. Sebaiknya, warga yang terpapar Covid-19 harus menjalani isolasi terpusat

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Kapolres Majalengka, AKBP Edwin Affandi saat meninjau Gedung SKB untuk pasien Covid-19, Senin (23/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Sebanyak 169 warga Kabupaten Majalengka diketahui masih menjalani isolasi mandiri di rumah paska dinyatakan terpapar Covid-19.

Mereka tersebar di sejumlah kecamatan se-Kabupaten Majalengka.

Data itu muncul dari update harian Covid-19 Majalengka per Minggu (22/8/2021).

Namun, melakukan isolasi mandiri di rumah dianggap kurang tepat.

Sebaiknya, warga yang terpapar Covid-19 harus menjalani isolasi terpusat (isoter) di suatu tempat.

Baca juga: Pemkab Cirebon Resmikan Pusat Isolasi Terpadu Covid-19 di Rusunawa YPSGJ, Ini Fasilitasnya

Baca juga: Sekda Kota Cirebon Sebut Ada Persyaratan Khusus untuk Menentukan Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Hal itu disampaikan Kapolres Majalengka, AKBP Edwin Affandi kepada Tribun, Senin (23/8/2021).

Edwin mengatakan, ke depan dua asrama baik Balai Pendidikan dan Latihan (Diklat) milik Pemkab Majalengka di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan dimanfaatkan sebagai tempat isolasi terpusat tersebut.

Menurutnya, percepatan pengalihan pasien isolasi mandiri ke isoter merupakan langkah strategis dalam upaya penanganan Covid-19.

"Sehingga ke depan diupayakan tidak ada lagi isolasi mandiri (isoman) di rumah, namun semua penyintas Covid-19 segera dievakuasi ke pusat isolasi yang tersedia di tempat tersebut," ujar Edwin, Senin (23/8/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved