Selasa, 5 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Konflik di Timur Tengah

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Tanpa Basa-Basi Bilang Iran Biang Kerok Konflik Timur Tengah

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan kegiatan mengganggu rezim Iran yang berani terus. . .

Tayang:
Editor: Fauzie Pradita Abbas
TWITTER.COM
Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal Bin Farhan (kanan atas) berbicara selama sesi Forum Keamanan Aspen secara virtual, Selasa (3/8/2021). 

TRIBUNCIREBON.COM - Kerajaan Arab Saudi menuding Iran sebagai biang kekacauan Timur Tengah dengan terus menebar ancaman di berbagai wilayah Teluk.

//

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan kegiatan mengganggu rezim Iran yang berani terus menyebabkan perselisihan di Timur Tengah.

“Iran sangat aktif di kawasan dengan aktivitas negatifnya, apakah itu memasok senjata kepada Houthi atau membahayakan pengiriman di Teluk Arab,” tambahnya..

Dia menambahkan telah memiliki laporan yang masuk yang mungkin mengindikasikan aktivitas tambahan oleh Iran di Teluk .

Rezim di Teheran juga berkontribusi pada kebuntuan politik yang terus melemahkan ekonomi Lebanon, tambahnya.

“Di seluruh kawasan, Iran terus menjadi berani,” katanya.

Dia menambahkan negaranya tertarik untuk melihat bagaimana pemerintahan Biden berencana untuk kembali ke Rencana Aksi Komprehensif Gabungan 2015.

Juga dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran.

AS, di bawah Presiden Donald Trump, menarik diri dari perjanjian itu pada 2018, tetapi Presiden Joe Biden lebih memilih untuk kembali ke sana.

“Kami tentu mendukung kesepakatan dengan Iran, selama kesepakatan itu memastikan Iran sekarang atau tidak akan pernah mendapatkan akses ke teknologi senjata nuklir," jelasnya.

"Jadi itulah tantangannya,” kata pangeran saat berbicara di forum virtual tiga hari, yang diselenggarakan oleh think tank AS, Aspen Strategy Group.

Dia juga mengulangi sikap Riyadh bahwa mereka dapat hidup dengan versi kesepakatan nuklir 2015 yang lebih lama dan lebih kuat, jika dapat mencapai tujuan ini.

“Bukannya kami berpikir Iran harus selamanya menjadi paria,” katanya.

“Kami akan sangat menyambut Iran sebagai bagian produktif dari kawasan ini," jelas Pangeran Faisal.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved