Masa Pandemi Covid-19 Akan Munculkan Lost Generation, Kadisdikbud Kuningan Jelaskan Begini

kondisi ini menjadi pekerjaan rumah semua pihak sebagai warga negara dalam menyikapi atau menyiasati masalah Covid-19.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Eko Yulianto
KBM Tatap Muka masih belum bisa dilakukan di masa pandemi saat ini. Foto ilusrasi saat uji coba KBM tatap muka di salah satu SMP di Kecamatan Jatiwangi beberapa waktu lalu. 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Lebih satu dari satu tahun Pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia bahkan Dunia. Dampak ini terjadi di semua sektor, terutama pada sektor pendidikan yang tak bisa melakukan

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka sehingga menggantikannya dengan KBM dalam jaringan (Daring).

"Secara resmi, KBM tetap dilakukan secara daring sesuai dengan kebijakan pemerintah. Kemudian ini tidak menutup terjadi lost generation tak hanya di lokal saja, melainkan bisa nasional bahkan internasional," ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kuningan, Uca Somantri saat ditemui wartawan dikantornya Jalan Sukamulya - Kuningan, Kamis (5/8/2021)

Uca mengatakan, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah semua pihak sebagai warga negara dalam menyikapi atau menyiasati masalah Covid-19.

"Pekerjaan ini harus ada kesadaran bersama. Orang tua harus memiliki kesadaran menyikapi situasi, mereka harus lebih aktif untuk mengawasi anak-anaknya pada saat mengikuti proses belajar melalui dalam jaringan," katanya.

Baca juga: Indramayu Siap Laksanakan KBM Tatap Muka, Setiap Sekolah Diminta Segera Isi Daftar Periksa Kesiapan

Baca juga: KBM Tatap Muka di Majalengka Resmi Ditunda Pemerintah, Buntut Kasus Covid-19 yang Terus Melonjak

Kepada orang tua Uca berharap untuk tetap bisa mengendalikan anaknya. Jangan sampai, anak lebih dominan bermain ponsel daripada belajar.

"Berkaitan dengan Blank Spot, di sejumlah daerah, sebetulnya kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Namun, ada beberapa desa yang sinyalnya kurang bagus sekitar 28," katanya.

Memasuki tahun ajaran pendidikan 2022/2022, kata Uca mengklaim pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tidak ada masalah apapun dan semuanya berjalan dengan baik serta lancar.

"Alhamdulillah pelaksanaan PPDB online pun kemarin berjalan dengan baik. Kemudian kepada rekan- rekan guru di satuan pendidikan, tentu harus berkreasi, berinovasi mengkreasikan metode pembelajaran," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved