Breaking News:

Persibmania

Kisah Djadjang Nurdjaman, Pesepakbola Asal Majalengka Jadi Sosok Tersukses di Persib Bandung

Djadjang Nurdjaman merupakan salah satuk tokoh sepak bola Indonesia yang mempunyai banyak gelar baik sebagai pemain, asisten hingga pelatih.

Editor: dedy herdiana
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Ketua Umum Persima Majalengka, Djadjang Nurdjaman atau Djanur (tengah), di sela lauching tim Persima Majalengka di Stadion Warung Jambu, Majalengka, Rabu (14/8/2019). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Fakhri Fadlurrohman

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Djadjang Nurdjaman merupakan salah satuk tokoh sepak bola Indonesia yang mempunyai banyak gelar baik sebagai pemain, asisten hingga pelatih.

Pria yang kerap dipanggil Djanur ini merupakan pria kelahiran Majalengka, 30 Oktober 1964, mengawali sepakbolanya dari pertandingan kampung ke kampung.

Dengan postur tubuh yang kecil, Djanur menjelma jadi pemain yang lincah saat berhadapan dengan lawan-lawannya di lapangan hijau.

Baca juga: Pelatih Persib Bandung Robert Alberts Pernah Dididik di Ajax Amsterdam dan Bertemu Johan Cruyff

Kecintaan, keteguhan dan tekad dirinya untuk bermain sepakbola secara profesional membuat Djadjang Nurdjaman muda yang kala itu baru berusia 17 tahun berkelana untuk memperdalam ilmu sepak bolanya di Bandung.

Sesampainya di Bandung, Djanur bergabung dengan tim kecil yang dihuni para pemain Persib dan mendapatkan kesempatan untuk bermain dengan tim senior Persib Bandung.

Djanur yang masih terbilang muda, mampu bersaing dengan para pemain senior Persib Bandung seperti Encas Tonif, Herry Kiswanto, dan Max Timisela.

Djanur yang kala itu bermain di posisi gelandang serang kerap ditempatkan menjadi sayap kanan dan menjadi sosok yang ditakuti lawan karena kelincahan dalam meracik si kulit bundar.

Namun kehebatannya tersebut nyatanya tidak dapat menyelamatkan Persib Bandung dalam zona degradasi di turnamen Perserikatan pada tahun 1978.

Baca juga: Kisah Boy Jati Asmara, Legenda Persib Bandung yang Melanglangbuana, Dari Medan hingga Papua

Setelah Persib Bandung terdegradasi, Djanur pindah ke klub Galatama memperkuat tim Sari Bandung Bumi Raya pada tahun 1979 yang hanya bertahan 1 tahun.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved