Selasa, 14 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Cara Membuat Minyak Astiri atau Minyak Cengkeh yang Digunakan Obat Alternatif Terapi Covid-19

Minyak cengkeh atau minyak astiri sendiri banyak diproduksi oleh warga Desa Linggajati Kabupaten Kuningan.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Ahmad Ripai/Tribuncirebon.com
Abah Dayat (60) warga Desa Linggajati saat memberikan keterangan ketika ditemui di lokasi penyulingan minyak cengkeh di Desa Ragawacana, Kecamatan Kramatmulya, Kuningan Jawa Barat, Minggu (1/8/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Minyak cengkeh atau dikenal dengan sebutan minyak astiri ternyata bisa digunakan sebagai alternatif terapi Covid-19.

Minyak cengkeh atau minyak astiri sendiri banyak diproduksi oleh warga Desa Linggajati Kabupaten Kuningan

"Cara pembuatan minyak astiri ini semua berbahan baku dari jenis pohon cengkeh, ini juga bisa disebut minyak cengkeh asli," ungkap Abah Dayat (60) warga Desa Linggajati saat memberikan keterangan ketika ditemui di lokasi penyulingan minyak cengkeh di Desa Ragawacana, Kecamatan Kramatmulya, Kuningan, Minggu (1/8/2021).

Dayat mengungkap usaha produksi untuk menghasilkan minyak cengkeh ini sudah cukup lama dan memakan waktu serta modal yang banyak.

Abah Dayat (60) warga Desa Linggajati saat memberikan keterangan ketika ditemui di lokasi penyulingan minyak cengkeh di Desa Ragawacana, Kecamatan Kramatmulya, Kuningan Jawa Barat, Minggu (1/8/2021).
Abah Dayat (60) warga Desa Linggajati saat memberikan keterangan ketika ditemui di lokasi penyulingan minyak cengkeh di Desa Ragawacana, Kecamatan Kramatmulya, Kuningan Jawa Barat, Minggu (1/8/2021). (Ahmad Ripai/Tribuncirebon.com)

"Untuk modal pembuatan minyak atsiri ini, dibutuhkan daun cengkeh dan ranting pohon cengkeh. Dan untuk mendapatkan bahan baku itu sendiri melalui pembelian dari pengepul, bahan per kilo daun cengkeh Rp 1900," katanya.

Saat bahan baku sudah disiapkan semua prose selanjutnya adalah penyulingan.

Daun cengkeh siap masuk dalam katel tempat penyulingan dengan jumlah banyak.

"Katel ini bisa menampung 5 kuintal bahan baku atau cengkeh," ujar Dayat.

Untuk tempat penyulingan sudah dilengkapi dengan pipa sebagai tempat keluarnya minyak dalam bentuk mentah.

Baca juga: Manfaat Cengkeh, Selain Dapat Membunuh Bakteri Penyebab Penyakit, Rempah Ini Juga dapat Cegah Kanker

"Jadi untuk melakukan penyulingan, daun cengkeh masukin ke tempat ini (kartel) dengan model pembakaran, yang apinya harus stabil. Proses penyulingan itu katel berisi air dan uap air menggodok daun yang akan menghasilkan minyak cengkeh tersebut," katanya.

Pipa yang sebelumnya terhubung dengan tempat penyulingan tersebut, memiliki lekukan yang melintasi kolam air sekaligus untuk menghindari rendeman dalam prose pembuatannya.

"Jadi, pipa yang mengeluarkan minyak itu seperti spiral yang mendapat pendinginan dari air kolam. Sebab minyak cengkeh dalam proses pembuatan itu jauh berbeda dengan pembuatan minyak lain. Kalau minyak cengkeh atas penyulingan itu posisinya dibawah air permukaan, sehingga ini harus benar-benar diperhatikan dalam produksi," ujarnya.

Untuk jumlah 5 kuintal daun dan ranting cengkeh, kata Dayat mengaku akan menghasilkan 10 kilogram minyak astiri bersih.

Namun dalam prosesnya memakan waktu sekitar 8 jam yang disertai kestabilan api sebagai alat bakar.

"Iya dalam satu kali produksi, minyak astiri kami hasil sebanyak 10 kg, dengan harga jual perkilogram itu Rp 160 ribu. Kemudian, kebutuhannya itu bisa ke farmasi dan juga bahan ekspor," katanya. (*)

Baca juga: Manfaat Cengkeh Sebagai Obat Ampuh Meredakan Sakit Gigi, Begini Penjelasannya

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved