Breaking News:

Keluarga Pasien Covid-19 di Bandung Barat Dimintai Rp 2,5 Juta Saat Memakamkan Jenazah di Cipatat

Pihak keluarga dari seorang pasien Covid-19 yang meninggal dunia dimintai biaya saat memakamkan jenazah di tempat pemakaman khusus

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Ilustras - Pemakaman jenazah warga pasien suspek Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Pihak keluarga dari seorang pasien Covid-19 yang meninggal dunia dimintai biaya saat memakamkan jenazah di tempat pemakaman khusus pasien Covid-19, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, permintaan biaya pemakaman terhadap pasien asal Rajamandala oleh penggali kubur itu dilakukan untuk keperluan pemakaman mulai dari upah penggali, konsumsi, hingga Alat Pelindung Diri (APD) penggali kubur. Sedangkan, pemakaman jenazah pasien Covid-19 ditanggung pemerintah.

Salah satu keluarga pasien Adi Selamet (38) mengatakan, adanya permintaan biaya itu saat ibunya meninggal dunia di salah rumah sakit di Cimahi pada 17 Juli 2021 lalu.

"Awalnya, almarhum akan dimakamkan di TPU Jati Desa Mandalasari karena deket rumah, kepala Dusun Rajamandala yang izin. Namun ditolak Plt Kades Mandalasari dengan alasan TPU Jati dekat permukiman," ujarnya saat dihubungi, Kamis (28/7/2021).

Baca juga: Kota Cirebon Minta Ekstra Kantung Jenazah, Sekda Instruksikan Dinkes Fasilitasi Tim Pemulasaraan

Baca juga: Ada Pungli di TPU Talun Sumedang, Keluarga Jenazah Covid-19 Ditagih Jutaan Rupiah untuk Pemakaman

Padahal, kata dia, sebelum ibunya meninggal ada jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan di TPU Jati, dan setelah itu juga ada warga yang diizinkan untuk memakamkan jenazah Covid-19 di makam keluarga yang lokasinya di tengah permukiman juga.

"Ini sangat menyakiti saya dan keluarga saya, tidak boleh dimakamkan di TPU yang deket rumah. Sementara tetangga keluarga saya walau memang berbeda desa gak ada yang nolak. Entah apa alasan Plt Kades Mandalasari nolak ibu saya untuk dimakamkan di TPU Jati. Apakah karena saya bukan keluarga yang dia kenal atau dianggap terhormat," kata Adi.

Akhirnya, jenazah ibunya itu diputuskan, untuk dimakamkan di permakaman khusus di Cioray. Sebelum dimakamkan, pihaknya menanyakan biayanya pemakaman kepada kepala dusun dan langsung dijawab bilang sekitar 2 jutaan.

"Saya langsung transfer agar bisa segera dilakukan penggalian dan pemakaman. Awalnya Rp 2 juta, nambah Rp 500 ribu jadi total Rp 2,5 juta," kata Adi.

Kendati demikian, pihaknya tidak keberatan dengan biaya itu dirinya karena merasa mampu. Namun, ia berharap pemerintah daerah di tingkat desa hingga kabupaten bisa menjelaskan secara rinci hak dan kewajiban warga terpapar Corona kepada seluruh warga, baik saat isolasi maupun saat meninggal dunia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved