Breaking News:

Blusukan Sendiri di Tangerang Risma Marah-marah Bansos Warga Disunat Rp 50 Ribu oleh Oknum Ini

Dalam sidak tersebut, Risma tampak naik pitam karena menemukan warga Tangerang penerima bansos yang dipotong oleh pendamping di wilayah Karang Tengah

Editor: Mumu Mujahidin
SURYA.CO.ID/M Sudarsono
Ilustrasi: Menteri Sosial, Tri Rismaharini marah saat mengecek penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) sembako di Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Sabtu (24/7/2021). 

REIBUNCIREBON.COM - Menteri Sosial Tri Rismaharini kembali secara diam-diam melakukan  blusukan ke Kota  Tangerang pada Rabu (28/7/2021) siang.

Pejabat dan sejumlah instansi di Kota  Tangerang mengaku tidak mengetahui kedatangan  Risma, sapaan akrab Tri  Rismaharini.

Dari pantauan langsung di lokasi,  Risma memang  blusukan ke perkampungan di kawasan Kecamatan Pinang dan Karang Tengah, Kota  Tangerang.

Maksud kedatangannya untuk memantau distribusi bantuan sosial tunai (BST) di wilayah tersebut.

Tampak Risma keliling Kota Tangerang tanpa pengawalan dari Pemkot Tangerang dan Polres Metro Tangerang Kota.

Ia secara leluasa mengobrol kepada warga Kota  Tangerang soal penyaluran BST di Karang Tengah dan Pinang.

Seperti yang dikatakan Kepala PT Pos Indonesia  Tangerang Mohamad Sarip, memang tidak ada satupun pejabat yang mengetahui kedatangan mantan Wali Kota Surabaya tersebut.

"Itu emang engga boleh diliput sama semuanya, Pemda juga enggak boleh. Enggak ada yang tahu kecuali orang PT Pos Indonesia saja. Humas enggak ada," kata Sarip saat dihubungi, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Menteri Risma Marah dan Cecar Pejabat Tuban Saat Pantau Penyaluran Sembako BPNT, Ini Penyebabnya

Risma Ngomel

Pada kesempatan itu, Tri  Rismaharini mengatakan penyelewengan distribusi bantuan sosial untuk masyarakat paling parah ada di Kota  Tangerang.

Jenis bantuan yang diberikan oleh Kemensos antara lain bantuan sosial tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/ Program Sembako.

Saat  Risma tanya seorang warga, di Kecamatan Karang Tengah, Kota  Tangerang, Aryanih mengaku dimintai uang kresek oleh oknum.

"Seharusnya ibu tidak mau dimintai uang kantong kresek atau apa pun namanya oleh pihak tertentu, sebab hak ibu penuh dan tanpa pemotongan sedikit pun," ujar  Risma geram, Rabu (28/7/2021)

"Ibu jangan takut saya jamin ya, jadi tulis surat soal ini kepada saya," sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved