Rabu, 13 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Catatan Tentang Windy Cantika Aisah, dari Angkat Gagang Sapu Kini Angkat Medali Perunggu Olimpiade

Windy mengatakan ia pun sangat bersyukur bisa meraih medali di kali pertamanya mengikuti Olimpiade.

Tayang:
Editor: Machmud Mubarok
Dok. Kedubes RI di Jepang
Atlet asal Jawa Barat, Windy Cantika Aisah, mempersembahkan medali pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Atlet asal Jawa Barat, Windy Cantika Aisah, telah mempersembahkan medali pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo. Atlet angkat besi berusia 19 tahun itu ternyata mengawali minatnya di cabang olah raga tersebut sejak duduk di kelas 2 SD, dengan mengangkat batang sapu dan potongan pipa air.

Hal tersebut diungkapkannya dalam live instagram bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Minggu (25/7).

Ia mengatakan sangat bersyukur telah berhasil meraih medali perunggu di kelas 49 kg putri, pada kesempatan pertamanya mengikuti olimpiade.

"Alhamdulillah seneng banget, bersyukur banget, medali pertama juga, pertama ikut Olympic juga," kata Windy dalam kesempatan tersebut.

Windy pun mengatakan minatnya terhadap cabang olah raga angkat besi diperlihatkannya sejak kelas dua SD. Saat itu, ia menyaksikan ibunya melatih kakaknya angkat besi.

"Mama kan juara dunia. Saat itu mama ngelatih kakak. Saya ikutan. Sejak kelas 2 SD, saya dikasih paralon atau gagang sapu. Diangkat-angkat gitu," kata Windy.

Baca juga: Mojang Bandung Windy Cantika Raih Medali di Olimpiade Tokyo 2020, Bupati Akui Akan Siapkan Kadeudeuh

Baca juga: SOSOK Windy Cantika, Atlet Asal Bandung Peraih Medali Pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo

Windy mengatakan kemudian ia mengikuti latihan-latihan angkat besi, terutama saat sekolah di SMP 1 Banjaran dan SMP 1 Baleendah. Ia sendiri sempat berpindah rumah dan kini tinggal di Soreang.

Windy mengatakan ia pun sangat bersyukur bisa meraih medali di kali pertamanya mengikuti Olimpiade. Perjuangan untuk bisa mengikuti Olimpiade, katanya, memang tidaklah mudah.

"Alhamdulillah seneng banget. Jadi kayak ngerasa kebayar capeknya, lelahnya. Saya udah kontak mama dan keluarga juga. Terima kasih sudah selalu support, dengerin cerita, keluh kesah, dukungan dalam kondisi apapun," kata gadis yang hobi berkaraoke ini.

Windy Cantika Aisah menjadi atlet Indonesia pertama yang berhasil meraih medali di Olimpiade Tokyo 2020.
Windy Cantika Aisah menjadi atlet Indonesia pertama yang berhasil meraih medali di Olimpiade Tokyo 2020. (Twitter BadmintonTalk)

Menurut Windy, ia tahun depan akan mengikuti prakualifikasi kembali untuk mengikuti Olimpiade 2024. Ia segera pulang ke Tanah Air pada 29 Juli 2021.

"Pesannya buat semua hari ini, tetep semangat dan kerja keras. Seumuran segini harus bisa membanggakan orang tua, meningkatkan harkat dan derajat orang tua. Bahagiakan orang tua," kata gadis yang merahasiakan tentang hubungan asmaranya ini.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan akan memberikan uang Rp 300 juta sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya memberikan medali pertama kepada Indonensia di Olimpiade Tokyo.

"Kalau Pak Jokowi ngasih Rp 1 miliar kan buat peraih perunggu. Kami ada ada Rp 300 juta, sesuai kita sanggup. Ditabung ya, diawet-awet," tuturnya.

Gubernur pun menitipkan salam dan semangat kepada 28 atlet kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo, khususnya 5 atlet lainnya yang berasal dari Jawa Barat.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved