Breaking News:

Sempat Menolak Pedagang Pasar Sukabumi Sedikit Lega PPKM Darurat Dilonggarkan Meski Diperpanjang

Sebelumnya desakan pelonggaran muncul dariAPPSI Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kota Sukabumi menolak diperpanjangnya PPKM Darurat hingga akhir Juli 2021.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Ilustrasi: Sejumlah warga dan pedagang di Kuningan bubuhi tanda tangan permohonan cabut PPKM Darurat 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Dian Herdiansyah

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Pemerintah pusat akhirnya mendengar jeritan masyarakat, khususnya para pedagang pasar yang selama ini terdampak PPKM Darurat.

Presiden Jokowi mengumumkan evaluasi PPKM Darurat, Selasa malam (20/7/2021), dan menyatakan PPKM Darurat diperpanjang selama 5 hari, terhitung mulai tanggal 21 Juli hingga 26 Juli 2021 mendatang.

Namun dalam kebijakannya, pemerintah melakukan pelonggaran diantaranya pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan untuk buka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

Adapun pasar tradisional selain yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan dibuka sampai dengan pukul 15.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen penjual voucher, pangkas rambut, penatu (laundry), pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lainnya yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 yang pengaturannya juga akan diatur oleh pemerintah daerah.

Sebelumnya desakan pelonggaran muncul dari Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kota Sukabumi menolak diperpanjangnya PPKM Darurat hingga akhir Juli 2021.

Kepala Bidang Penyuluhan APPSI DPD Kota Sukabumi Abdurahman Rifai (53) mengatakan, pihaknya mewakili Pedagang pasar Kota Sukabumi mengatakan, rencana perpanjangan PPKM Darurat ini akan membuat para pedagang kesulitan ekonomi.

"Secara ekonomi kami tidak mendukung dan sangat keberatan dengan PPKM dan mudah-mudahan PPKM ini berakhir cukup sampai tanggal 20 juli 2021, intinya tidak mau diperpanjang," ujarnya, kepada Tribunjabar.id, Sabtu lalu (17/7/2021).

Saat ini yang diharapkan pedagang, bisa berjualan kembali karena terkait dengan masalah perekonomian masyarakat, karena keluhan-keluhan masyarakat paling utamanya diposisi ekonomi dan kebutuhan hari ini yang dihadapi.

"Kami dari APPSI sangat berharap PPKM ini tidak di perpanjang tapi kalaupun memang ini udah program pemerintah paling tidak kami mohon kepada, pemerintah pusat, Muspida ataupun serikat kota Sukabumi memberi kelonggaran atau pakai sistem strategi apa saja, yang penting perekonomian masyarakat bisa berjalan," pungkasnya.

Baca juga: Aturan Lengkap Pelonggaran PPKM Darurat 26 Juli Nanti, Pasar, PKL, Kelontong Boleh Buka hingga Malam

Baca juga: Ajakan Turun ke Jalan Besok Protes PPKM Darurat Tersebar, Polda Jabar Siapkan Pengamanan, Ojol Batal

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved