Angin Puting Beliung Mengamuk di Parungkuda Sukabumi, 6 Rumah Rusak, Atap Baja Ringan Pun Terbalik
semua rumah yang mengalami kerusakan, atap genteng dan asbes berhamburan. Bahkan terlihat satu rumah mengalami rusak, atap terbuat dari baja terbalik
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah.
TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Sejumlah rumah di Desa Sundawenang Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi rusak berat akibat diterjang angin puting beliung disertai hujan, Rabu sore (21/7/2021).
Informasi yang dihimpun Tribunjabar.id, sedikitnya ada 6 rumah yang mengalami rusak akibat puting-beliung sore tadi.
Terlihat semua rumah yang mengalami kerusakan, atap genteng dan asbes berhamburan. Bahkan terlihat satu rumah mengalami rusak, atap terbuat dari baja ringan ringsek terbalik.
Baca juga: Waspada Angin Kumbang dari Gunung Ciremai Terjang Majalengka, Inilah yang Harus Dilakukan
Baca juga: Peringatan Dini Cuaca BMKG Sabtu, 10 Juli 2021: Jabar Potensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang
Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Rabu, 7 Juli 2021: 23 Wilayah Berpotensi Diterpa Hujan dan Angin
Ernawati, warga Sundawenang, yang juga Ketua RW 14, mengatakan kepada Tribunjabar.id, peristiwa tersebut terjadi sore tadi saat hujan deras disertai angin kencang.
"Tadi sore kejadiannya, saat ini sedang dilakukan pendataan terkait berapa jumlah rumah yang terdampak" singkat Erna kepada Tribunjabar.id, Rabu malam (21/7/2021).
Hingga saat ini berita diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait. Tribunjabar.id masih berupaya menghubungi pihak terkait.
Bencana di Pangandaran
Selain di Parungkuda Sukabumi, bencana alam juga terjadi di Pangandaran. Akibat hujan deras disertai angin kencang, puluhan rumah warga di Kabupaten Pangandaran terdampak bencana banjir.
Dari informasi yang dihimpun Tribunjabar.id, puluhan rumah yang terdampak banjir yakni berjumlah 76 rumah di wilayah Kecamatan Cigugur.
Dengan rincian 75 rumah di Desa Cigugur, Desa Bunisari, dan Desa Cimindi terisolir banjir serta 1 rumah tertimpa pohon jati.
Anggota Tagana Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Anisa menyampaikan, puluhan rumah yang terdampak banjir tersebut karena adanya hujan deras yang disertai angin kencang hingga pagi.
"Memang hujan semalaman deras sampai jam 6 pagi, Rabu (21/7/2021). Sampai ada 1 rumah yang tertimpa pohon jati," ujarnya saat dihubungi Tribunjabar.id melalui seluler, Rabu (21/7/2021).
Di beberapa titik desa di Kecamatan Cigugur, ada sekitar 75 rumah warga yang terendam dan juga akses jalan lalulintasnya terhalang banjir.
"Kalau ketinggian banjir, pagi tadi itu berbeda beda. Ada yang sampai setinggi lutut kaki orang dewasa, sampai pinggang dan ada sekitar 1 meter lebih juga," kata Anisa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/atap-baja-terbalik.jpg)