Rabu, 6 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Liga Inggris

Sosok Jenius Ini Ternyata yang Bantu Liverpool Libas Barcelona 4-0 di Anfield, Siapa Sih Dia?

Waktu itu, di Liga Champions 2019, Liverpool memulai pertandingan yang sangat tidak menguntungkan.

Tayang:
Editor: Fauzie Pradita Abbas
TWITTER.COM/LFC
Roberto Firmino (kanan) dan Virgil van Dijk merayakan gol Liverpool ke gawang Leicester City. 

Selain itu, Spearman menganalisis bagaimana pemain Liverpool melakukan gerakan, gestur, dan potensi cedera selama berlaga.

William Spearman saat menonton di stadion
William Spearman saat menonton di stadion (Tribunnews.com)

Spearman tidak sendirian. Ia bekerja sama dengan 4 orang, yakni Greg Mathieson, James French, yang menganalisis lawan, Harrison Kingston, dan Mark leyland yang melakukan analisis setelah laga.

Spearman melakukan sinkronisasi dari data keduanya, dan kemudian memadukan dengan pengamatan dan statistiknya sendiri untuk diberikan kepada Klopp.

Spearman juga merupakan inovator.

Ia membuat alat yang menganalisis dan menciptakan statistik yang kemudian diolah secara tabulasi.

Ini yang membuat Liverpool tidak ragu merekrutnya karena alat tersebut sangat membantu taktik Klopp yang sangat menekan.

Di waktu senggangnya kini, Spearman membuat model untuk menganalisi bagaimana Liverpool bisa menciptakan peluang per 15 detik.

Spearman juga visioner 5 tahun lalu, statistik hanya dianggap sebelah mata di sepak bola.

Ia membuat model alat yang membuat data dari pemain hoki es dan caranya melakukan hitting.

Ini menarik bagi Liverpool dan chef data analyst Liverpool, Ian Graham dan Michael Edwards, sang sporting director.

Keduanya kemudian menarik Spearman pada 2016.

Tujuannya meningkatkan efektivitas tim.

Pemilik Liverpool memiliki banyak uang, tetapi tidak sebanyak Sheikh Mansour di Manchester City atau Roman Abaramovic di Chelsea.

Karena itu, semua di Liverpool sangat terukur dan Spearman kemudian pindah dari Chicago yang hangat ke Melwood yang dingin dan lembap.

Namun, itu tidak menjadi soal, terobosan yang dilakukan adalah kunci bagaimana Liverpool bisa menjadi juara Liga Champions keenam kalinya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved