Breaking News:

MPLS 2021

Siswa Baru SMA, SMK dan SLB Ikuti PLS 2021 Melalui Zoom dan YouTube, Emil: 'ARMY Tong Parasea'

Ridwan Kamil menekankan bahwa para peserta didik baru ini harus menghadapi dua disrupsi penting di era kini, yakni Covid-19 dan Revolusi Industri 4.0

Editor: Machmud Mubarok
Tangkapan Layar Zoom
Ratusan ribu peserta didik baru SMA, SMK, dan SLB Tahun Ajaran 2021-2022 di Jawa Barat memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) secara digital melalui zoom dan youtube, Kamis (15/7). PLS ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. 

Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi mengatakan total peserta didik SMA, SMK, dan SLB, pada tahun ini mencapai 262.480 orang, yang terdiri dari SMA sebanyak 201.365 orang, SMK 134.915 orang, dan SLB 4.487 orang.

"Kalian adalah generasi masa depan penerus cita-cita bangsa. Untuk itu saya berharap dengan adanya PLS, ini kita berharap dan mendoakan kepada kalian semua harus menjadi generasi yang mampu menghadirkan solusi," katanya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jabar Iip Hidayat mengatakan kalangan pelajar sebagai generasi muda kelompok intelektual, menjadi garda terdepan mempertahankan eksistensi bangsa dan negara dalam mencegah radikalisme dan terorisme di Indonesia.

Menurut Iip, peningkatan pemahaman ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan dan kontra radikalisme kepada para pelajar tingkat atas penting diberikan dalam rangka mempertahankan keutuhan NKRI.

"Kalangan pelajar menjadi komponen bangsa yang sangat penting dalam mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila, menanamkan kehidupan berbangsa dan bernegara, dan menjadi bagian integral sistem keamanan negara serta kesadaran bela negara," katanya.

Pembekalan peningkatan pemahaman kepada pelajar ini dilakukan Badan Kesbangpol Jabar sebagai strategi untuk memperkuat sistem deteksi dini dan peringatan dini bagi seluruh komponen bangsa.

Fenomena radikalisme dan terorisme di Indonesia harus disikapi sebagai wake up call untuk menyadarkan seluruh komponen bangsa termasuk pelajar untuk melakukan konsolidasi diri dengan memperkuat basis sistem deteksi dini dan peringatan dini.

"Radikalisme dan terorisme terus memperkuat basis wilayah dan kaderisasi. Untuk itulah pelajar juga perlu memahami regulasi, ikut serta dalam kontra radikalisasi,” jelas Iip. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved